Jombang – Menjawab tantangan pengangguran dan kebutuhan tenaga kerja terampil, SMK Sunan Ampel bersama Pondok Pesantren Sunan Ampel 2 di Desa Sumberwinong, Banjar Dowo, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, menggelar program perekrutan kerja dengan menggandeng CV. Wahana Sejahtera Food, Sabtu (20/12/2025).
Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara lembaga pendidikan kejuruan dan pesantren dengan dunia industri. Wawancara kerja yang dilaksanakan di kompleks ponpes, membuka akses lapangan kerja secara langsung bagi lulusan SMK dan masyarakat sekitar.
Kepala SMK Sunan Ampel, Ati’ul Koniah, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari visi sekolah dan pesantren dalam membekali santri serta siswa dengan keterampilan yang langsung terserap dunia kerja.
“Awalnya kegiatan ini kami rancang untuk alumni SMK Sunan Ampel dan santri Ponpes Sunan Ampel 2. Tapi antusiasme dari luar daerah juga luar biasa setelah info dibagikan di media sosial,” kata Ati’ul, Sabtu (20/12/2025).

Menurutnya, ini membuktikan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas lulusan SMK Sunan Ampel dan komitmen pondok pesantren dalam mencetak generasi siap kerja, tidak hanya religius, tetapi juga profesional.
“Alhamdulillah, kami justru bangga. Artinya keberadaan SMK Sunan Ampel dan Ponpes Sunan Ampel 2 diakui sebagai lembaga pendidikan yang membawa manfaat luas,” tambahnya.
Salah satu peserta, Hayyi dari Jetis, Mojokerto, mengaku mendapatkan informasi lowongan dari Instagram dan berharap dapat diterima kerja. Hal senada juga disampaikan Daniel, lulusan SMK Dwija Bhakti, yang ikut seleksi dengan penuh harapan.
Program ini menjadi wujud nyata bahwa pesantren dan SMK berbasis keagamaan pun mampu menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia berkualitas. Ponpes Sunan Ampel 2 selama ini dikenal tidak hanya fokus pada pendidikan agama, tetapi juga membekali santrinya dengan keterampilan praktis melalui unit sekolah kejuruan seperti SMK Sunan Ampel.
Dengan kerja sama seperti ini, pihak sekolah dan pondok berharap ke depannya bisa memperluas jejaring industri untuk memfasilitasi lebih banyak lulusan, sekaligus mengurangi angka pengangguran di wilayah Jombang dan sekitarnya.
Kemitraan ini juga memperlihatkan model pendidikan berbasis pesantren yang inklusif dan progresif, menyatukan nilai religius dan profesionalisme dalam satu ekosistem pendidikan.
