Pasaman – Ramadan bukan sekadar bulan ibadah, tetapi juga ujian konsistensi pelayanan publik. Di tengah ritme puasa yang mengubah pola aktivitas masyarakat, RSUD Tuanku Imam Bonjol (RSTIB) Lubuk Sikaping memastikan denyut layanan kesehatan tetap berdetak tanpa jeda.
Memasuki Ramadan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi, manajemen rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Pasaman itu menegaskan tidak ada pengurangan jam operasional maupun pembatasan fasilitas layanan. Direktur RSTIB, dr. Yong Marzuhaili, menyatakan seluruh unit tetap berjalan normal sebagaimana hari biasa, termasuk Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang siaga 24 jam penuh.
“Tidak ada perubahan pelayanan selama Ramadan. Rumah sakit adalah garda terdepan pelayanan publik yang harus selalu siap dalam kondisi apa pun. Pelayanan tetap berjalan normal dan maksimal,” tegasnya, Selasa (24/2/2026).
Ia menjelaskan, layanan rawat inap, laboratorium, farmasi, hingga poliklinik spesialis tetap beroperasi sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Untuk menjaga kualitas pelayanan sekaligus kondisi fisik tenaga medis, pihak manajemen menerapkan sistem kerja berbasis shift secara proporsional.
“Kami sudah mengatur jadwal secara seimbang agar tenaga medis tetap prima menjalankan tugas, sekaligus dapat menjalankan ibadah puasa dengan baik. Pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama,” jelasnya.
Langkah ini dilakukan guna memastikan tidak ada penurunan mutu layanan meski tenaga kesehatan menjalankan ibadah puasa. Manajemen juga memperkuat koordinasi internal untuk mengantisipasi lonjakan pasien yang kerap terjadi selama Ramadan.
Secara medis, perubahan pola makan dan waktu istirahat selama bulan puasa berpotensi memicu sejumlah gangguan kesehatan. Kasus gangguan pencernaan, dehidrasi, hingga kambuhnya penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes menjadi perhatian khusus. Oleh karena itu, edukasi kepada pasien terus digencarkan, terutama terkait pola makan sehat saat sahur dan berbuka.
Dr. Yong mengimbau masyarakat agar tidak menunda pemeriksaan apabila mengalami keluhan kesehatan. Menurutnya, deteksi dini dan penanganan cepat sangat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.
“Ramadan adalah bulan ibadah, tetapi kesehatan tetap harus dijaga. Jangan ragu datang ke rumah sakit jika membutuhkan pelayanan medis. Kami siap melayani,” pungkasnya.
Komitmen ini sekaligus menegaskan peran RSUD Tuanku Imam Bonjol sebagai institusi pelayanan kesehatan yang profesional dan responsif di Kabupaten Pasaman. Di tengah suasana religius Ramadan 1447 H, rumah sakit tersebut berupaya memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses layanan medis yang aman, cepat, dan sesuai standar operasional prosedur.
Dengan kesiapan sumber daya manusia dan fasilitas yang memadai, RSTIB berharap masyarakat Pasaman dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap akses layanan kesehatan. Ramadan menjadi momentum memperkuat dedikasi tenaga medis untuk terus hadir di garis depan pelayanan publik.
