Mojokerto – Pagi yang cerah seolah menjadi panggung kebersamaan, ketika ratusan warga Dusun Kepuh Sawo tumpah ruah memenuhi lapangan untuk merayakan hari kemenangan. Dalam balutan pakaian terbaik, masyarakat datang membawa semangat yang sama: menyambut Idul Fitri dengan penuh kekhusyukan dan kebersamaan.
Pelaksanaan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah digelar di lapangan Dusun Kepuh Sawo, Desa Mojorejo, Kecamatan Jetis, pada Sabtu (21/03/2026). Sejak pukul 06.00 WIB, warga mulai berdatangan dengan membawa sajadah dan perlengkapan ibadah lainnya. Kehadiran jamaah dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang tua, mencerminkan antusiasme tinggi masyarakat dalam menjalankan ibadah tahunan tersebut.
Suasana kekeluargaan tampak kental ketika warga berkumpul dalam satu tempat, saling menyapa, dan bersiap menunaikan salat berjamaah. Pelaksanaan ibadah berlangsung tertib dan khidmat, didukung oleh cuaca yang cerah sehingga kegiatan di ruang terbuka berjalan lancar tanpa kendala.
“Rasanya senang bisa berkumpul dan sholat bersama. Suasananya lebih terasa kebersamaannya,” ujar Siti (35), salah seorang warga yang turut mengikuti salat berjamaah.
Pernyataan tersebut mencerminkan perasaan banyak warga yang merindukan momen kebersamaan setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa Ramadan. Salat Id tidak hanya menjadi kewajiban ibadah, tetapi juga menjadi ruang sosial yang mempertemukan kembali warga dalam suasana penuh kehangatan.
Setelah pelaksanaan salat, kegiatan dilanjutkan dengan khutbah Idul Fitri yang berisi pesan-pesan keagamaan. Dalam khutbah tersebut, jamaah diajak untuk mempererat silaturahmi, menjaga persatuan, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut dinilai penting untuk terus dijaga dalam kehidupan bermasyarakat, terutama di lingkungan pedesaan yang menjunjung tinggi kebersamaan.
Momentum Idul Fitri di Dusun Kepuh Sawo juga menjadi ajang memperkuat hubungan sosial antarwarga. Tradisi berkumpul di lapangan terbuka tidak hanya memberikan ruang ibadah yang luas, tetapi juga menciptakan interaksi sosial yang lebih hangat dibandingkan pelaksanaan di dalam ruangan.
Kegiatan ini telah menjadi tradisi tahunan yang selalu dinantikan oleh masyarakat setempat. Selain sebagai bentuk ibadah, momen ini juga mempererat tali persaudaraan dan memperkuat nilai gotong royong yang menjadi ciri khas kehidupan masyarakat desa.
Dengan suasana yang penuh kekhidmatan dan kebersamaan, pelaksanaan Salat Idul Fitri di Dusun Kepuh Sawo tahun ini kembali menjadi bukti bahwa nilai persatuan dan silaturahmi tetap hidup dan terjaga di tengah masyarakat.
