Tasikmalaya – Rapat Kerja (Raker) Kwartir Ranting (Kwarran) Gerakan Pramuka Kecamatan Cisayong digelar pada Sabtu (15/3/2025), namun menuai sorotan karena tidak melibatkan Ketua Gugus Depan (Gudep). Beberapa Ketua Gudep di wilayah Cisayong mengaku tidak menerima undangan untuk menghadiri acara yang dianggap penting bagi pengembangan program kepramukaan di tingkat sekolah. Raker tidak mengundang Ketua-ketua gudep yang seharusnya diajak bermufakat.
Acara yang berlangsung di Ruang PKG/Gibodas Kecamatan Cisayong ini dihadiri oleh pengurus Kwarran saja. Rapat ini bertujuan untuk merumuskan program kerja Kwarran sepanjang tahun 2025. Namun, absennya Ketua Gudep dalam agenda ini menjadi perbincangan di kalangan pembina Pramuka di wilayah tersebut.
“Saya cukup kaget karena biasanya Ketua Gudep diundang dalam Raker ini, tapi tahun ini tidak ada informasi apa pun. Padahal, kami yang berada di lapangan langsung dan harus menjalankan program yang dirumuskan dalam forum ini,” ujar salah satu Ketua Gudep yang enggan disebutkan namanya.
Ketua Kwarran Cisayong, Ati Kusmayati, dalam surat undangan resmi yang beredar, memang hanya mengundang pengurus Kwarran serta unsur Mabiran. Tidak ada keterangan mengenai alasan tidak diundangnya Ketua Gudep dalam pertemuan tersebut.
Sejumlah pembina Pramuka di tingkat sekolah menyayangkan kebijakan ini karena mereka merasa keputusan yang diambil dalam Raker ini akan berdampak langsung pada pelaksanaan kegiatan Pramuka di Gugus Depan.
“Kami berharap ada evaluasi ke depan. Ketua Gudep seharusnya bisa berpartisipasi dalam menyusun program kerja agar sesuai dengan kebutuhan dan kondisi di sekolah masing-masing,” kata salah satu pembina Pramuka di Cisayong.
Meski demikian, Raker ini tetap berlangsung sesuai agenda yang telah ditetapkan. Sejumlah keputusan strategis terkait program kerja Pramuka di tingkat kecamatan kemungkinan akan segera diumumkan kepada seluruh anggota setelah rapat berakhir.
Ketidakhadiran Ketua Gudep dalam Raker Kwarran Cisayong kali ini menimbulkan tanda tanya di kalangan pembina Pramuka. Banyak yang berharap agar dalam forum berikutnya, seluruh elemen yang berkaitan dengan Pramuka di Cisayong dapat lebih dilibatkan untuk memastikan program kerja yang lebih inklusif dan efektif.
