Mojokerto – Menjelang azan magrib, suasana di Masjid Al-Mubarok Dusun Bicak tak sekadar diisi dengan penantian berbuka. Lantunan kajian dan kebersamaan jamaah justru menjadikan waktu sore di bulan Ramadan terasa lebih hidup dan bermakna melalui program “Ramadan Qalbu”.
Kegiatan dakwah ini rutin digelar selama bulan suci Ramadan di Masjid Al-Mubarok, Dusun Bicak, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Pada Rabu (4/3/2026), kegiatan tersebut diikuti sekitar 30 hingga 40 jamaah yang datang untuk mengikuti kajian sembari menunggu waktu berbuka. Program ini telah berlangsung selama tiga tahun terakhir dan menjadi salah satu alternatif kegiatan ngabuburit yang lebih bernilai spiritual bagi warga.
Takmir Masjid Al-Mubarok, Mahfud, menjelaskan bahwa kegiatan ini awalnya hanya berupa pengajian sederhana. Namun, seiring waktu, program tersebut dikembangkan menjadi lebih terstruktur setiap Ramadan dengan jadwal yang tersusun rapi.
“Tujuannya agar jamaah tidak hanya menunggu azan, tetapi juga mendapatkan ilmu agama dan mempererat silaturahmi antarwarga,” ujarnya.
Kegiatan dimulai sekitar pukul 17.00 WIB dan berlangsung hingga waktu berbuka, dengan durasi sekitar 50 hingga 60 menit menyesuaikan jadwal magrib. Dalam pelaksanaannya, pengurus masjid telah menyusun jadwal penceramah sejak sebelum Ramadan. Para ustaz yang mengisi kajian berasal dari lingkungan sekitar dan dijadwalkan secara bergantian. Materi kajian pun disampaikan secara berkelanjutan apabila belum selesai dalam satu pertemuan.
Selain itu, tata pelaksanaan ibadah tetap mengikuti aturan masjid, di mana jamaah laki-laki dan perempuan dipisahkan sesuai saf salat. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan pembagian takjil yang diatur secara bergilir oleh warga. Jadwal pembagian takjil telah disusun oleh pengurus masjid dan dibagikan kepada warga melalui selebaran, sehingga setiap keluarga memiliki kesempatan berpartisipasi.
Antusiasme jamaah dinilai cukup stabil, terutama saat cuaca mendukung. Salah satu jamaah, Luluk, mengaku hampir selalu mengikuti kegiatan tersebut sejak awal diadakan.
“Suasananya hangat dan penuh kebersamaan, jadi terasa lebih bermanfaat daripada hanya menunggu di rumah,” katanya.
Ia juga menyebut keluarganya pernah mendapat giliran menyediakan takjil sederhana seperti kolak dan gorengan sebagai bentuk partisipasi dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan “Ramadan Qalbu” tidak hanya menjadi sarana menambah ilmu agama, tetapi juga memperkuat hubungan sosial antarwarga. Kebersamaan yang terjalin melalui kegiatan ini menjadi nilai tambah yang dirasakan langsung oleh masyarakat Dusun Bicak.
Ke depan, pengurus masjid berharap program ini dapat terus berlanjut dan melibatkan lebih banyak jamaah, khususnya dari kalangan generasi muda. Dengan konsep kajian singkat namun rutin, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi wadah pembelajaran sekaligus mempererat silaturahmi selama bulan Ramadan.
