Pasbar – Di tengah duka yang masih menyelimuti Nagari Sinuruik, kepedulian dari jajaran Kepolisian Resor Pasaman Barat (Polres Pasbar) menghadirkan secercah harapan bagi Asyifa, siswi kelas 2 SDN 05 Talamau yang selamat dari bencana longsor di Batas Tinggam. Seperti embun pagi yang meredakan panas, perhatian tulus itu menjadi penghibur bagi bocah yang tengah berusaha memulihkan luka psikologis pascabencana.
Dalam suasana haru pada Selasa (09/12/2025), Kapolres Pasbar AKBP Agung Tribawanto melalui Kapolsek Talamau IPTU Donal menyambangi keluarga Asyifa untuk menyerahkan bantuan pendidikan. Kehadirannya menegaskan bahwa tugas polisi bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga tentang kepedulian dan kehadiran emosional di tengah masyarakat yang tertimpa kesusahan.
“Kami hadir di sini bukan hanya sebagai penegak hukum, tapi sebagai keluarga. Kami tidak ingin musibah ini memutus semangat belajar Asyifa. Pendidikan adalah haknya yang harus terus berjalan,” ujar IPTU Donal saat menyerahkan bantuan secara simbolis kepada orang tua Asyifa.
Bantuan yang diberikan mencakup kebutuhan sekolah lengkap, antara lain pakaian seragam baru, sepatu, dan perlengkapan alat tulis. Tidak berhenti di situ, Polsek Talamau juga memastikan keberlanjutan pendidikan Asyifa dengan menjanjikan beasiswa hingga ia menamatkan Sekolah Dasar, serta dukungan uang belanja mingguan untuk membantu kebutuhan harian sekolah.
Langkah cepat Polres Pasbar ini mendapat apresiasi warga sekitar. Mereka menilai tindakan tersebut sebagai wujud nyata Polri Presisi yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga hadir dengan empati mendalam, terutama di tengah warga yang sedang tertimpa duka.
“Bantuan mingguan dan beasiswa ini adalah upaya kami untuk meringankan beban keluarga dan memastikan Asyifa tetap ceria, tetap bersekolah, dan melupakan trauma bencana yang dialaminya,” tambah IPTU Donal.
Kini, di antara reruntuhan material longsor Sinuruik, senyum kecil perlahan kembali menghiasi wajah Asyifa. Kepedulian Polres Pasbar memberi bukti bahwa kemanusiaan selalu hadir sebagai kekuatan yang memperbaiki luka—bahkan di tengah bencana sekalipun.
