Tasikmalaya – Politeknik Triguna menggelar workshop bertajuk “Portofolio Digital dalam Memperkuat Personal Branding” sebagai bagian dari pengabdian masyarakat civitas akademik Politeknik Triguna Tasikmalaya.
“Kita harus bisa menjadi ahli dalam bidang tertentu. Harus menunjukkan keunggulan dan kompetensi serta karya hasil diri pribadi,” kata Lina Marlina salah satu Narasumber acara Workshop di Transmart Tasikmalaya pada Sabtu (27/7/2024).
Selanjutnya dalam workshop ini menjelaskan mengenai perbedaan antara CV dan portofolio. Hal-hal tersebut CV bersifat umum, memuat latar belakang diri dan informasi biodata saja, sedangkan portofolio berisi hal-hal spesifik serta koleksi karya yang ditunjukkan.
“Perusahaan besar tidak hanya mempertimbangkan CV, tetapi juga membutuhkan portofolio yang menunjukkan karya nyata”, lanjutnya.
Elemen Penting dalam Portofolio
Kemudian, elemen penting dalam portofolio mencakup tentang diri (profil singkat) dan proyek. Profil diri saat ini dapat dilihat melalui media sosial seperti Instagram, Facebook, Twitter, dan lainnya.
Selain itu, banyak sekali jenis pekerjaan yang memerlukan portofolio antara lain Digital Marketer, Content Creator, UI/UX Designer, Social Media Manager, Data Scientist, Web Developer, Mobile App Developer, SEO Specialist, Graphic Designer, Product Manager, Motion Graphic Designer, Videographer, Copywriter, Influencer, E-commerce Specialist, Brand Strategist, Blockchain Developer, Cybersecurity Specialist, AI/ML Engineer, dan Cloud Computing Specialist.
Demikian pula portofolio itu merupakan kumpulan dokumen berisi hasil karya yang menunjukkan keunggulan dan kompetensi. Portofolio sangat berguna bagi pelamar profesi Virtual Assistant (VA) yang merupakan pekerjaan dari rumah dengan gaji tinggi setara dollar.
“Banyak orang di luar negeri khususnya Singapura membutuhkan VA untuk menyusun agenda,” tambahnya.
Pilar dan Langkah-langkah Penyusunan Portofolio
Pilar portofolio mencakup hal-hal di bawah ini:
1. Branding image yang kuat
2. Alat bisnis yang efektif
3. Memudahkan calon klien.
Selain itu, strategi dalam menyusun portofolio meliputi identifikasi target pasar, membuat proyek yang bernilai, memilih 8-10 proyek terbaik, dan menyusun karya dengan rapi.
Adapun langkah-langkah dalam membuat portofolio diawali dengan mengenali dan mendefinisikan diri.
Pertanyaan-pertanyaan tersebut ialah:
1. Apa yang disukai dan bisa dilakukan?
2. Aktivitas mana yang paling dinikmati?
3. Apa pembeda karya diri dengan yang lain?
4. Proyek apa yang membuat diri lebih bernilai?
5. Serta proyek apa yang memberikan pelajaran berharga?
Terakhir, cari jati diri dan mulailah buat portofolio sekarang untuk membuat masa depan anda lebih cerah dengan personal branding yang kuat!
“We create our future. Yang membuat masa depan kita adalah diri kita, fokus kembangkan diri”, pungkasnya.
