Mojokerto – Riuh rendah suasana politik di Kabupaten Mojokerto semakin terasa setelah penetapan dua pasangan calon bupati dan wakil bupati yang akan bertarung dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Dalam sidang pleno yang diadakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mojokerto, dua nama pasangan calon resmi diumumkan, menandai dimulainya persaingan politik menuju kursi kepemimpinan daerah.
Bertempat di ruang rapat Kantor KPU Kabupaten Mojokerto, Jl. RAAK Adinegoro, Sooko, sidang pleno pada Minggu, 22 September 2023, menjadi saksi penting perjalanan demokrasi lokal ini. Ketua KPU Kabupaten Mojokerto, Afnan Hidayat, dengan tenang dan penuh kehati-hatian menyampaikan hasil keputusan pleno tersebut kepada awak media.
“Alhamdulillah, pada siang hari ini KPU Kabupaten Mojokerto setelah melalui pleno bersama Komisioner, telah menetapkan bakal pasangan calon menjadi calon bupati dan calon wakil bupati Kabupaten Mojokerto,” ujar Afnan, seraya menambahkan bahwa seluruh tahapan dan proses verifikasi telah dilakukan, mulai dari verifikasi kesehatan hingga tanggapan masyarakat.
Proses Verifikasi Tanpa Kendala
Penetapan pasangan calon bupati dan wakil bupati ini tidak dilakukan tanpa melalui proses yang ketat. Afnan menegaskan bahwa seluruh bakal calon telah melewati tahapan verifikasi kesehatan dan faktual yang dilakukan di berbagai lembaga terkait. Tak hanya itu, KPU juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk memberikan tanggapan terhadap para calon, yang ternyata nihil tanpa ada kendala berarti.
“Keputusan KPU Kabupaten Mojokerto Nomor 14 Tahun 2024 tentang penetapan pasangan calon peserta Pilkada yang memenuhi syarat telah kami keluarkan,” jelasnya, memastikan seluruh prosedur dijalankan dengan transparansi dan akuntabilitas tinggi.
Dua Pasangan Calon, Dua Arah Perubahan
Dalam hasil pleno tersebut, dua nama pasangan calon yang akan bertarung pada Pilkada Mojokerto 2024 telah diumumkan. Pasangan pertama adalah Dr. Muhammad Al Barra, Lc, M.Hum yang berpasangan dengan dr. Muhammad Rizal Octavian, diusung oleh koalisi besar yang terdiri dari Partai Nasdem, PAN, Gerindra, PPP, Demokrat, dan Perindo.
Sementara itu, pasangan kedua adalah dr. Ikfina Fahmawati, M.S.i yang berpasangan dengan Sya’dulloh Syarofi. Mereka diusung oleh PKS, PKB, Partai Golkar, dan PDIP, partai-partai dengan pengaruh kuat di Mojokerto.
Kedua pasangan ini tidak hanya membawa nama besar partai, tetapi juga harapan besar dari pendukung mereka masing-masing. Dengan latar belakang yang berbeda, persaingan Pilkada Mojokerto 2024 diperkirakan akan berlangsung ketat dan penuh dinamika.
Tahapan Selanjutnya: Pengundian Nomor Urut
Setelah penetapan pasangan calon, tahapan selanjutnya yang dinantikan adalah pengundian nomor urut yang akan dilaksanakan besok malam, 23 September 2023, di Gedung Pemilu KPU Kabupaten Mojokerto. Pengundian nomor urut ini menjadi salah satu momen penting yang akan menandai awal dari kampanye Pilkada.
“Kami sudah mengundang pasangan calon untuk menghadiri pengundian nomor urut besok malam pukul 19.00 di gedung Pemilu KPU,” jelas Afnan. Acara ini, meskipun sederhana, kerap kali dianggap penuh makna dan simbolik bagi para calon dan pendukungnya.
Harapan Besar untuk Mojokerto
Dengan dua pasangan calon yang sudah resmi ditetapkan, masyarakat Kabupaten Mojokerto kini memasuki fase penting dalam perjalanan politik daerah. Pemilihan bupati dan wakil bupati tak hanya menjadi ajang politik semata, tetapi juga sebagai penentu arah pembangunan Mojokerto selama lima tahun ke depan.
Seiring dengan semakin dekatnya masa kampanye, perhatian kini tertuju pada bagaimana kedua pasangan calon ini akan menyampaikan visi dan misinya kepada publik. Isu-isu utama seperti ekonomi, infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan diprediksi menjadi topik hangat yang akan disoroti selama masa kampanye.
Bagi warga Mojokerto, penetapan calon ini membawa angin segar, namun juga menuntut kedewasaan dalam memilih. Ketua KPU, Afnan Hidayat, mengajak seluruh masyarakat untuk turut menjaga suasana yang damai dan tertib selama proses Pilkada berlangsung.
“Semua pihak diharapkan berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban, serta menjadikan Pilkada ini sebagai ajang demokrasi yang sehat dan damai,” pungkasnya.
Menuju Mojokerto yang Lebih Baik
Kini, dengan dua pasangan calon yang telah resmi bertarung, masyarakat Mojokerto memiliki kesempatan untuk menentukan arah pembangunan daerahnya. Pilkada ini bukan hanya sekadar kompetisi politik, tetapi juga sebuah peluang bagi warga untuk ikut andil dalam menciptakan Mojokerto yang lebih maju dan sejahtera.
Ketika masa kampanye dimulai, perhatian publik Mojokerto akan terus tertuju pada langkah-langkah kedua pasangan calon ini. Siapakah yang akan mampu memimpin Mojokerto ke arah yang lebih baik? Warga Mojokerto kini memegang kunci jawabannya.
Dengan penetapan ini, Mojokerto siap menyambut proses demokrasi yang penuh tantangan dan harapan. Semua mata kini tertuju pada dua pasangan calon yang akan beradu visi dan strategi untuk memperebutkan simpati rakyat Mojokerto.
