Kediri – Saat sebagian besar masyarakat menikmati libur Idulfitri, para petugas kebersihan justru tetap bekerja menjaga wajah kota tetap bersih. Di Kota Kediri, Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) memastikan seluruh layanan kebersihan tetap berjalan selama perayaan Lebaran 1 Syawal 1447 Hijriah.
Kepala DLHKP Kota Kediri, Indun Munawaroh, mengatakan seluruh petugas tetap menjalankan tugas seperti biasa meskipun memasuki masa libur Lebaran. Para petugas tersebut meliputi satuan penyapu jalan, petugas pemotong pohon, hingga petugas yang bekerja di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Menurut Indun, kesiapsiagaan petugas tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi kebersihan kota tetap terjaga meskipun aktivitas masyarakat meningkat selama momen Idulfitri.
“Kami pasukan di DLHKP baik di TPA, satuan sapu, dan bagian potong-potong di hari raya. Namun pasukan yang standby bagian potong-potong untuk mengantisipasi kejadian pohon tumbang, kan ini musim pancaroba angin masih kencang,” tuturnya saat ditemui dalam acara buka bersama guru PAUD dan taman kanak-kanak bersama Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati di halaman Balai Kota Kediri, Senin (16/3/2026).
Ia menjelaskan, petugas kebersihan ditargetkan menyelesaikan pembersihan jalan-jalan utama di Kota Kediri sebelum pukul 06.00 WIB. Dengan demikian, masyarakat yang merayakan Lebaran dapat menikmati suasana kota yang tetap bersih dan nyaman.
“Kita perintahkan kepada seluruh karyawan sebelum jam 6 sudah bersih, jangan ada keluhan dari warga,” jelasnya.
Untuk mendukung operasional tersebut, DLHKP Kota Kediri mengerahkan seluruh armada yang dimiliki. Sebanyak 75 kendaraan operasional disiapkan dan tetap beroperasi selama masa Lebaran guna memperlancar pengangkutan sampah dari berbagai titik di kota.
Indun juga mengungkapkan bahwa pada momen Idulfitri biasanya terjadi peningkatan volume sampah dibandingkan hari biasa. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, lonjakan sampah umumnya terjadi pada H-1 hingga H+1 Lebaran.
“Pengalaman tahun lalu H-1 dan H+1 terjadi peningkatan produksi sampah. Saat Lebaran produksi sampah mencapai 190 ton, sedangkan produksi harian biasanya sekitar 150 hingga 160 ton per hari,” ujarnya.
Sebagian besar sampah tersebut berasal dari sampah rumah tangga dan sampah organik yang meningkat akibat aktivitas masyarakat, seperti kegiatan makan bersama keluarga saat perayaan hari raya.
“Kalau libur sehari saja, pasti sampah menumpuk itu,” tambahnya.
Sementara itu, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memberikan apresiasi kepada para petugas kebersihan yang tetap bekerja menjaga kebersihan kota meskipun di tengah momentum hari raya.
“Pemerintah Kota Kediri tidak dapat berjalan sendiri dalam membangun kota. Dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan, termasuk para petugas kebersihan yang menjaga kebersihan lingkungan kota,” ujarnya.
Ia berharap semangat gotong royong dari seluruh elemen masyarakat dapat terus terjaga sehingga Kota Kediri mampu berkembang menjadi kota yang bersih, sehat, dan semakin maju.
Dengan kesiapan petugas serta armada yang telah disiapkan, DLHKP Kota Kediri optimistis kebersihan kota tetap terjaga selama masa perayaan Idulfitri meskipun aktivitas masyarakat meningkat.
