Tanah Datar – Ramadan bukan sekadar bulan ibadah, tetapi juga ruang pembinaan karakter bagi generasi muda. Semangat itu terlihat dalam pelaksanaan Pesantren Ramadhan yang digelar SMK Negeri 1 Lintau Buo sebagai upaya menanamkan nilai religius kepada para siswa.
Kegiatan Pesantren Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi tersebut dipusatkan di Masjid Nurul Iman Tigo Jangko, Kecamatan Lintau Buo, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Program ini berlangsung selama hampir tiga pekan, mulai Ahad (23/2/2026) hingga Kamis (13/3/2026), dan diikuti oleh seluruh peserta didik di sekolah tersebut.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa mengikuti beragam aktivitas keagamaan yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman serta praktik ibadah sehari-hari. Rangkaian kegiatan meliputi zikir pagi, tilawah Al-Qur’an, tahsin, muraja’ah hafalan, serta penyampaian materi keislaman yang dibimbing oleh ustaz dan guru pendamping.
Selain itu, siswa juga melaksanakan shalat Dhuha berjamaah serta kultum yang disampaikan secara bergiliran oleh peserta didik. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih keberanian serta kemampuan berbicara di depan umum dengan materi keagamaan.
Berbagai materi pembelajaran juga diberikan kepada para siswa, seperti penguatan pemahaman Al-Qur’an, pembahasan akhlak di era digital, sejarah Islam, fiqih, serta pembinaan karakter remaja agar terhindar dari perilaku negatif dan kenakalan remaja.
Tidak hanya itu, kegiatan ini juga melibatkan pihak kepolisian. Polsek Lintau Buo turut memberikan materi tentang bela negara serta pentingnya disiplin berlalu lintas bagi para pelajar sebagai bagian dari pendidikan karakter dan kedisiplinan.
Kepala SMKN 1 Lintau Buo, Elfiardi, S.Pd., menyampaikan bahwa Pesantren Ramadhan menjadi salah satu program penting sekolah dalam membangun karakter religius para siswa.
“Melalui kegiatan Pesantren Ramadhan ini, diharapkan para siswa tidak hanya memperoleh ilmu pengetahuan umum, tetapi juga memperkuat nilai-nilai keagamaan, akhlak mulia, serta membiasakan diri dengan kegiatan ibadah dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya, Senin (16/3/2026).
Menjelang penutupan kegiatan, panitia juga menggelar sejumlah perlombaan bernuansa Islami yang diikuti para siswa dengan antusias. Beberapa di antaranya lomba ceramah, lomba hafidz dan azan, serta lomba cerdas muslim antar jurusan.
Kegiatan Pesantren Ramadhan kemudian ditutup dengan pengumuman para pemenang lomba, pelaksanaan shalat Dhuha berjamaah, serta kegiatan saling bermaafan antara siswa, guru, dan panitia. Momen tersebut menjadi simbol penguatan ukhuwah Islamiyah sekaligus penutup rangkaian kegiatan keagamaan di lingkungan sekolah.
Pihak sekolah berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari pembinaan karakter generasi muda yang beriman, berakhlak mulia, serta memiliki kepribadian yang kuat di tengah perkembangan zaman.
