Sidoarjo – Kabupaten Sidoarjo turut berperan aktif dalam memperingati ASEAN Dengue Day (ADD) Tahun 2024. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, bersama masyarakat, melakukan berbagai upaya pencegahan dan pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui kampanye dan aksi nyata di lapangan.
Salah satu kegiatan utama yang digalakkan adalah Penyuluhan dan Pemberantasan Sarang Nyamuk 3M-Plus (PSN-3M-Plus). PSN-3M-Plus dilaksanakan serentak dengan melibatkan kepala daerah, seluruh Organisasi Pemerintah Daerah (OPD), serta semua lapisan masyarakat. Setidaknya seminggu sekali, kegiatan PSN-3M-Plus digencarkan di wilayah kerja masing-masing.
Plt Bupati Sidoarjo, Subandi bersama jajaran Pemkab Sidoarjo dan masyarakat Kota Delta ini, turut terjun langsung dalam upaya pencegahan DBD. Subandi telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Bupati Sidoarjo tentang Himbauan Penyelenggaraan Kegiatan Peringatan ASEAN Dengue Day (ADD) Tahun 2024 di lingkungan Pemkab Sidoarjo. SE ini menjadi bukti nyata dukungan Pemkab Sidoarjo terhadap peringatan ADD yang jatuh pada 15 Juni setiap tahunnya.
Surat Edaran bernomor 400.7.8/6628/438.5.2/2024 tersebut mengimbau semua elemen untuk bergerak secara rutin. Minimal seminggu sekali, seluruh warga Sidoarjo diharapkan melakukan kegiatan menguras, menutup tempat penampungan air, serta memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Tidak hanya itu, masyarakat juga diingatkan untuk menghindari gigitan nyamuk dengan berbagai cara, seperti menggunakan produk anti nyamuk, memakai kelambu saat tidur, serta memakai baju lengan panjang. Pemeliharaan ikan pemakan jentik juga dianjurkan sebagai salah satu metode pencegahan.
Subandi meminta agar SE Bupati Sidoarjo tersebut menjadi perhatian khusus bagi kepala OPD se-Kabupaten Sidoarjo, termasuk seluruh camat, kepala puskesmas, hingga para kepala desa dan lurah. Semua pihak diharapkan menjalin komunikasi, berkoordinasi, dan berkolaborasi dalam pencegahan dan pengendalian DBD di wilayah masing-masing.
Dalam SE tersebut dijelaskan bahwa DBD merupakan salah satu penyakit dengan angka kematian yang cukup tinggi di Indonesia. Dengue disebabkan oleh infeksi virus Dengue (DENV) melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Di seluruh dunia, ditemukan 390 juta infeksi virus dengue per tahun, dan diperkirakan ada 3,9 miliar orang yang berisiko terinfeksi DENV ini.
Kondisi di Indonesia saat ini menunjukkan peningkatan kasus dengue. Hingga Minggu ke-18 Tahun 2024, tercatat sebanyak 91.269 kasus dengue, dengan 641 di antaranya berakibat kematian. Di Kabupaten Sidoarjo sendiri, hingga 5 Juni 2024, ditemukan 242 kasus dengan 2 kematian.
Peringatan ASEAN Dengue Day ini menjadi momentum penting bagi Kabupaten Sidoarjo untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan DBD. Dengan semangat gotong-royong, Pemkab Sidoarjo berharap dapat menekan angka kasus DBD dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan aman dari ancaman nyamuk Aedes aegypti.
Melalui langkah-langkah konkret seperti PSN-3M-Plus dan edukasi masyarakat, diharapkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan pencegahan DBD semakin meningkat. Kabupaten Sidoarjo berkomitmen untuk terus melibatkan seluruh lapisan masyarakat dalam upaya ini, demi kesehatan dan kesejahteraan bersama.
