Sangatta – Ruang Meranti di Kantor Bupati Kutai Timur dipenuhi keceriaan anak-anak yang siap mengikuti Lomba Bertutur Tingkat SD/MI se-Kutai Timur, Kamis (13/6/2024). Acara ini, yang diinisiasi oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kutai Timur, dihadiri langsung oleh Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, yang turut memberikan semangat kepada para peserta.
Dengan tema “Menumbuhkembangkan Kegemaran Membaca dan Kecintaan Terhadap Budaya Lokal dalam Upaya Membangun Karakter, Kecerdasan, Kreativitas, dan Inovasi Generasi Muda Indonesia,” lomba ini berhasil menarik perhatian berbagai kalangan. Sejak pagi, Ruang Meranti tampak berbeda dengan hiruk-pikuk anak-anak yang penuh semangat, didampingi oleh guru dan orang tua yang turut memberikan dukungan.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Ayub, yang memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh panitia atas kerja keras mereka dalam mempersiapkan lomba ini.
“Kegiatan lomba bertutur seperti ini sangat baik untuk memberikan stimulus pada anak-anak agar dapat menumbuh-kembangkan kegemaran membaca melalui berbagai macam bacaan dan media untuk menanamkan cinta kebudayaan bangsa, persatuan, dan kesatuan serta nasionalisme,” ujar Ayub.
Ayub juga menekankan pentingnya membaca sebagai modal utama dalam penyelenggaraan pendidikan dan pembangunan masyarakat yang cerdas, berwawasan luas, dan tangkas menghadapi tantangan global.
“Kemampuan dan kesenangan membaca merupakan faktor penting dalam mencetak generasi muda yang kreatif, inovatif, dan siap berkompetisi secara sehat,” tambahnya.
Lomba bertutur ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan juga sebagai sarana untuk menarik minat baca anak-anak terhadap buku-buku cerita budaya daerah. Hal ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, yang menyatakan bahwa pembudayaan membaca harus melalui tiga jalur: keluarga, satuan pendidikan, dan masyarakat.
Puluhan peserta dari berbagai sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah di seluruh Kutai Timur turut ambil bagian dalam lomba ini. Mereka menampilkan cerita-cerita penuh makna tentang budaya lokal, menampilkan kekayaan tradisi dan nilai-nilai luhur yang patut dijaga dan dilestarikan. Antusiasme dan keberanian para peserta dalam bertutur di depan para juri dan penonton menjadi bukti semangat generasi muda dalam menghidupkan budaya baca dan cinta terhadap warisan budaya bangsa.
Ditempat yang sama, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman memberikan pesan penyemangat kepada para peserta lomba.
“Dalam kompetisi selalu ada yang menang dan kalah, namun jangan berkecil hati. Kalian semua yang ada di sini adalah yang terbaik karena sudah berani dan mampu menunjukkan kemampuan terbaik di depan para juri,” katanya.
Bupati Ardiansyah mengungkapkan bukan hanya hadiah yang menjadi tujuan, melainkan bagaimana acara ini mampu menumbuhkan semangat membaca dan rasa cinta terhadap budaya lokal di kalangan generasi muda Kutai Timur. Ia berharap, kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan semakin banyak anak-anak yang terinspirasi untuk mencintai buku dan budaya daerah mereka.
“Saya berharap kegiatan ini terus dilanjutkan. Mari ajak anak-anak kita mencintai buku dan budaya kita,” pesan orang nomor satu Kutim ini.
Acara ini menjadi bukti bahwa dengan kerja keras dan semangat gotong-royong, pembudayaan kegemaran membaca dan cinta terhadap budaya lokal dapat diwujudkan. Semoga generasi muda Kutai Timur terus tumbuh menjadi generasi yang cerdas, kreatif, dan penuh inovasi.
