Samarinda – Prevalensi stunting di Provinsi Kalimantan Timur masih tinggi, dengan peningkatan sebesar 1,1 persen dari 22,8 persen menjadi 23,9 persen, menurut Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021 dan 2022.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni laksanakan Rembuk Stunting Tingkat Provinsi Kaltim dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting Terintegrasi Tahun 2023, di Hotel Mercure, Samarinda, Senin (9/10/2023).
“Stunting ini yang punya wilayah kabupaten dan kota. Tapi kita provinsi juga punya tanggung jawab. Kita harus mengintervensi secara langsung dalam percepatan penurunan stunting,” ucapnya.
Sri Wahyuni menyoroti data yang sangat memprihatinkan terkait angka stunting di Kalimantan Timur.
“Bedasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) data stunting di Kaltim ini yang sudah dipastikan datanya, mencapai 16.000,” katanya.
“Tetapi jumlah anak atau keluarga yang berpotensi terkena stunting itu berjumlah jutaan. Artinya fokus kita tidak hanya dari penanganan saja, tapi juga pencegahan,” tambahnya.
Perlu diketahui, pada Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) lima kabupaten kota di Kaltim pada 2021 menuju 2022 terdapat kenaikan pada kasus stunting, yaitu Paser dari 23,6 persen menjadi 24,9 persen, Kubar dari 15,8 persen menjadi 23,1 persen, Kukar dari 26,4 persen menjadi 27,1 persen, Balikpapan dari 17,6 persen menjadi 19,6 dan Samarinda dari 21,6 persen menjadi 25,3 persen.
Lebih lanjut, Ketua DPD IKAL Lemhanas Provinsi Kaltim ini menargetkan angka stunting di angka 12,83 persen pada tahun 2024.
“Target tersebut terus harus disertai kebijakan integrasi dari pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Pemerintah Provinsi Kaltim sendiri berupaya melakukan kebijakan melalui bantuan keuangan, penguatan alokasi dana desa,” imbuhnya.
Sekda Sri Wahyuni berharap kolaborasi dari seluruh pihak untuk berjuang menekan angka stunting di Kalimantan Timur.
“Saya harap komitmen kepala daerah, kemudian Tim Penangan Percepatan Stunting (TPPS), dan kerja sama dari Posyandu sebagai media ruang terdepan bisa lebih aktif lagi dalam memberikan pelayanan awal terhadap masyarakat,” tutupnya.
