Mojokerto – Seperti menanam benih di tanah subur, upaya membangun generasi masa depan dimulai dari usia paling dini. Di tengah suasana hangat halal bihalal, Pemerintah Kabupaten Mojokerto menegaskan arah besarnya: mencetak generasi emas yang tak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter kuat dan sehat.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa, yang dikenal sebagai Gus Bupati, dalam acara halal bihalal Keluarga Besar Himpunan Pendidik Pos PAUD (HP3) Kabupaten Mojokerto yang digelar pada Rabu (8/4/2026) siang di kawasan Wisata Desa BMJ Mojopahit. Di hadapan sekitar 250 guru Pos PAUD, ia menekankan pentingnya pembangunan kualitas pendidikan secara menyeluruh dan berjenjang, mulai dari pendidikan anak usia dini hingga perguruan tinggi.
“Kami akan terus mengupayakan kualitas pendidikan yang ada di Kabupaten Mojokerto, berjenjang mulai dari Pos Paud, Paud, SD, SMP, maupun SMA dan Perguruan tinggi, kami melihat semua upaya itu adalah pilar kedepannya untuk mencetak generasi emas Kabupaten Mojokerto yang berkarakter,” jelasnya.
Pernyataan tersebut mempertegas bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak bisa dilakukan secara parsial. Pos PAUD sebagai layanan pendidikan nonformal bagi anak usia dini memiliki peran strategis, tidak hanya dalam aspek pembelajaran, tetapi juga dalam pembentukan pola asuh dan pemantauan kesehatan anak. Program ini bahkan terintegrasi dengan layanan Posyandu guna memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal sejak awal kehidupan.
Selain pendidikan, aspek kesehatan menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Gus Bupati menyoroti persoalan stunting yang masih menjadi tantangan dalam mencetak generasi berkualitas. Ia menilai, tanpa kondisi fisik yang sehat, potensi anak tidak akan berkembang maksimal, sehingga sinergi antara tenaga pendidik dan tenaga kesehatan menjadi sangat penting.
“Mari kita perkuat sinergi dengan kader kesehatan, untuk memastikan angka stunting di Kabupaten Mojokerto terus menurun hingga mencapai angka zero stunting,” ajaknya.
Ajakan tersebut menjadi penegasan bahwa kolaborasi lintas sektor merupakan kunci keberhasilan pembangunan manusia. Para guru Pos PAUD tidak hanya berperan sebagai pendidik, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam mengedukasi keluarga terkait pola asuh sehat dan pencegahan stunting.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Albarraa juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga pendidik anak usia dini yang dinilainya telah berkontribusi besar dalam membangun fondasi generasi masa depan. Ia berharap para pendidik terus menjadi teladan dalam nilai-nilai kejujuran, kasih sayang, dan kedisiplinan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Mojokerto saya mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada semua (tenaga pengajar anak usia dini), jadilah teladan dalam kejujuran, kasih sayang, dan kedisiplinan,” pungkasnya.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Bunda PAUD Kabupaten Mojokerto Shofiya Hanna, Kepala Dinas Pendidikan Amsar Azhari Siregar, serta jajaran Forkopimca Dlanggu. Kehadiran para pemangku kepentingan ini memperkuat komitmen bersama dalam memajukan pendidikan di Kabupaten Mojokerto.
Usai kegiatan, Bupati Mojokerto melanjutkan agenda dengan menggelar audiensi bersama pengurus Karang Taruna Kabupaten Mojokerto “Surya Majapahit”. Pertemuan tersebut membahas program kerja tahun 2026, termasuk penguatan regulasi organisasi hingga program inovatif bertajuk “Ngaji bersama Bupati” yang merupakan akronim dari Ngobrol Aktual Jejaring Inovasi.
Melalui langkah berkelanjutan ini, Pemerintah Kabupaten Mojokerto berharap dapat menciptakan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kesehatan, dan daya saing tinggi dalam menyongsong masa depan.
