Samarinda – Kerjasama yang solid dan koordinasi yang erat antara pemerintah pusat, daerah, dan semua komponen masyarakat dianggap sebagai faktor kunci dalam mewujudkan perubahan positif dalam sektor kesehatan.
Enam aspek utama dalam transformasi kesehatan yang diumumkan oleh Kementerian Kesehatan meliputi layanan primer, layanan rujukan, ketahanan kesehatan, pembiayaan kesehatan, sumber daya manusia kesehatan, dan teknologi kesehatan.
Dari keenam fondasi tersebut, diinginkan agar pemerintah daerah dapat merancang rencana pembangunan kesehatan di wilayahnya.
Strategi konkret yang bisa dilaksanakan melibatkan prioritas pada upaya promosi dan preventif, peningkatan kemandirian peralatan kesehatan dan ketersediaan obat yang terjangkau, penekanan pada pembangunan sektor kesehatan, penyediaan layanan kesehatan merata di seluruh Indonesia, penyebaran dokter spesialis secara merata, dan pemanfaatan kemajuan teknologi dalam penyediaan layanan kesehatan.
Sistem ketahanan kesehatan menjadi fokus utama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam transformasi kesehatan.
“Pilar sistem ketahanan kesehatan ini, punya tujuan mengubah ketergantungan industri kesehatan pada impor menjadi mandiri,” kata Pj Gubernur kaltim Akmal Malik beberapa waktu lalu.
Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, perlu memperkuat ketahanan kefarmasian dan alat kesehatan mulai dari tahap produksi hingga distribusi.
Merencanakan penggunaan produk dalam negeri secara teratur dan memberikan insentif kepada industri yang berkomitmen pada riset, pengembangan, dan produksi dalam negeri adalah hal yang krusial.
“Jadi, penguatan ketahanan kefarmasian dan alat kesehatan memang harus dilakukan mulai dari rantai pasok hulu hingga ke hilir,” ungkap Akmal Malik.
Akmal Malik mengimbau semua praktisi kesehatan untuk memprioritaskan penggunaan produk dalam negeri, sebagai bentuk cinta dan kebanggaan terhadap produk-produk lokal.
“Gunakan produk dalam Negeri dan penuhi kebutuhan obat, bahan medis habis pakai serta sarana penyimpanan di daerah melalui pemanfaatan APBD, DAK maupun DAO,” urai Akmal Malik.
Disamping itu, Akmal Malik menyoroti pentingnya melaksanakan pembinaan dan pengawasan secara berkala terhadap proses produksi dan manajemen produk farmasi, alat kesehatan, serta perbekalan kesehatan rumah tangga.
Tidak hanya itu, Akmal Malik juga menyoroti soal kesiapan tenaga kesehatan soal sistem kesehatan yang rentan di masa wabah menjadi tangguh. Kesiapsiagaan pra bencana dan penanggulangannya menjadi prioritas yang harus dilakukan setelah adanya koordinasi bersama pihak terkait.
