Solok – Usai riuhnya perayaan Idul Fitri, Pemerintah Kabupaten Solok memilih tak berlama-lama larut dalam suasana libur. Ibarat mesin yang kembali dipanaskan, seluruh jajaran diminta langsung bergerak cepat menuntaskan berbagai agenda penting yang telah menanti di depan mata.
Kegiatan Halal Bihalal yang dirangkai dengan Rapat Koordinasi digelar di Aula Gedung C Setda pada Senin (30/03/2026), dipimpin langsung oleh Bupati Jon Firman Pandu. Acara tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), para camat, serta aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kabupaten Solok. Dalam forum itu, pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk mempercepat kinerja pasca libur panjang.
Sekretaris Daerah dalam laporannya mengungkapkan bahwa April menjadi periode krusial dengan sejumlah agenda strategis yang harus segera diselesaikan. Agenda tersebut meliputi penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) kepada DPRD, penyerahan laporan keuangan ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), pelaksanaan Musrenbang RKPD 2027, hingga menghadapi proses audit. Selain itu, percepatan Program Strategis Nasional (PSN) serta peningkatan Monitoring Center for Prevention (MCP) dari Komisi Pemberantasan Korupsi juga menjadi fokus utama.
“Kita tidak boleh lengah. Semua program harus berjalan, pelayanan kepada masyarakat harus maksimal,” tegas Jon Firman Pandu.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa momentum Halal Bihalal bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan menjadi titik balik untuk memperkuat sinergi dan etos kerja seluruh ASN. Bupati juga menekankan pentingnya menjaga kualitas pelayanan publik, terutama pada sektor kesehatan melalui BPJS Kesehatan, agar tidak ada masyarakat yang terabaikan dalam mendapatkan layanan dasar.
Selain itu, ia turut menyoroti adanya sejumlah pekerjaan yang dinilai masih berjalan lambat. Kondisi ini dianggap dapat berdampak pada capaian kinerja daerah secara keseluruhan jika tidak segera dibenahi.
“Jangan biasakan menunda. Keterlambatan kecil akan berdampak besar pada kinerja secara keseluruhan,” ujarnya.
Dalam aspek pembangunan, percepatan infrastruktur menjadi perhatian serius, khususnya perbaikan jalan yang dinilai krusial bagi mobilitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Bupati juga meminta agar koordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pusat terus diperkuat agar pelaksanaan pembangunan tidak terhambat.
Menjelang peringatan Hari Jadi Kabupaten Solok ke-113 yang akan berlangsung pada [9 April 2026], seluruh perangkat daerah diminta melakukan persiapan secara optimal. Namun demikian, pelaksanaan kegiatan tetap harus mempertimbangkan efisiensi anggaran serta kondisi masyarakat pascabencana.
Langkah cepat yang diambil Pemkab Solok ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah daerah ingin memastikan setiap program berjalan tepat waktu dan tepat sasaran. Tantangan berikutnya terletak pada konsistensi pelaksanaan di lapangan, agar seluruh rencana yang telah disusun benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
