Sidoarjo – Di tengah suasana hangat pasca Idul Fitri, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo justru mengencangkan ritme kerja. Seperti orkestra yang kembali dimainkan, kedisiplinan dan empati aparatur sipil negara (ASN) menjadi nada utama yang ditegaskan langsung oleh Bupati Sidoarjo, Subandi.
Apel pagi yang dirangkai dengan kegiatan halal bihalal digelar di area parkir timur GOR Delta Sidoarjo pada Senin (30/03/2026). Kegiatan tersebut dihadiri seluruh ASN di lingkungan Pemkab Sidoarjo. Dalam arahannya, Subandi menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik melalui percepatan transformasi digital di setiap organisasi perangkat daerah (OPD).
Ia menjelaskan, optimalisasi sistem dashboard di masing-masing OPD menjadi langkah strategis untuk memantau kinerja secara real-time, termasuk kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Target peningkatan PAD pun menjadi perhatian serius yang harus dicapai secara kolektif oleh seluruh perangkat daerah.
“Kita butuh kontribusi yang besar, kurang lebih Rp642 miliar yang harus kita tutupi bersama. Caranya adalah dengan menjalankan dashboard di masing-masing OPD untuk mencari solusi peningkatan PAD,” ujar Subandi.
Selain aspek digitalisasi, Bupati juga menyoroti pentingnya kedisiplinan ASN dalam menjalankan tugas serta membangun empati dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh kekompakan dan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.
“Penguatan UMKM harus menjadi perhatian kita bersama. Permudah perizinan dan pastikan pendampingan berjalan dengan baik, termasuk optimalisasi subsidi bunga Kurda 0,2 persen agar tepat sasaran,” tutur Subandi.
Ia mengungkapkan, sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Sidoarjo yang jumlahnya mencapai sekitar 250.000 unit memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh karena itu, kemudahan perizinan serta pendampingan yang berkelanjutan dinilai menjadi kunci penguatan sektor tersebut.
Tak hanya fokus pada ekonomi, Subandi juga memastikan bahwa penanganan persoalan infrastruktur terus berjalan. Perbaikan jalan berlubang, pembangunan jembatan, hingga normalisasi aliran air untuk mengatasi banjir menjadi prioritas yang harus segera direalisasikan. Ia menargetkan hasil nyata dari program tersebut mulai terlihat pada April dan berjalan optimal di triwulan kedua.
“Saya minta triwulan kedua ini semua sudah jalan. Terkait jalan berlubang dan pembangunan jembatan serta normalisasi kita gerakkan dari hulu sampai hilir, kita pantau terus titik-titiknya. OPD tidak perlu takut selama bekerja di jalur yang benar,” pungkasnya.
Dengan semangat baru usai Lebaran, Pemkab Sidoarjo menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kinerja birokrasi. Kedisiplinan, empati, serta pemanfaatan teknologi menjadi fondasi utama dalam mewujudkan pelayanan publik yang lebih responsif dan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat.
