Mojokerto – Dalam semangat Ramadan yang penuh berkah, langkah kecil memberi cahaya besar. Pemerintah Kabupaten Mojokerto bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menyalurkan zakat fitrah tahap awal kepada 205 anak yatim di depan Pendopo Graha Maja Tama (GMT), Kamis (27/3/2025).
Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra (Gus Barra) menyerahkan langsung bantuan tersebut sebagai bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang membutuhkan. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini adalah manifestasi tanggung jawab spiritual dan sosial, khususnya bagi jajaran Korpri di lingkungan Pemkab Mojokerto.
“Penyaluran zakat fitrah ini dilaksanakan sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap sesama, yang merupakan bagian dari kewajiban umat Islam untuk membayar zakat sebagai salah satu rukun Islam,” ujar Gus Barra dalam sambutannya.
Sinergi antara Korpri Pemkab Mojokerto dan Baznas ini berhasil menghimpun zakat senilai Rp136.080.000 dan infak sebesar Rp595.000. Dana tersebut berasal dari 1.774 muzakki, dan akan disalurkan dalam bentuk 3.170 paket zakat kepada para mustahik yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Mojokerto.
“Saya menyambut baik penyelenggaraan pentasyarufan zakat fitrah ini, serta hasil yang telah dicapai dalam penyaluran zakat fitrah pada tahun 2025 ini,” ucapnya.
Ia menambahkan, distribusi zakat tahun ini mencakup seluruh desa di Mojokerto—sebanyak 304 desa—berdasarkan data valid dari Baznas setempat. Hal ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak warga kurang mampu yang berhak menerima zakat, terutama di bulan Ramadan yang sarat dengan nilai solidaritas dan kasih sayang.
Bupati juga mendorong agar kegiatan pengumpulan dan penyaluran zakat terus ditingkatkan. Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat sebagai muzakki adalah kunci agar manfaat zakat bisa dirasakan lebih luas oleh mereka yang membutuhkan.
“Mari kita tingkatkan kepedulian dan partisipasi kita, terutama dalam pengumpulan zakat, baik zakat fitrah maupun zakat mal, agar lebih banyak saudara kita yang terbantu,” imbuhnya.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah dan lembaga keagamaan seperti Baznas dapat menjadi solusi konkret untuk mengatasi persoalan sosial dan memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat.
