Mojokerto – Di tengah semarak Ramadan, semangat solidaritas umat terlihat nyata lewat capaian zakat di Baznas Kabupaten Mojokerto. Lembaga ini mencatat penerimaan zakat dan infak mencapai Rp136.675.000 hanya dalam bulan suci kali ini, dan siap didistribusikan kepada ribuan penerima manfaat.
Ketua Baznas Kabupaten Mojokerto, Zamroni Umar atau yang akrab disapa Gus Zam, mengungkapkan bahwa total zakat yang terkumpul dari 1.774 muzakki akan disalurkan dalam bentuk 3.170 paket zakat. Penyaluran ini ditujukan kepada 3.177 mustahik yang telah diverifikasi dan tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Mojokerto.
“Sebanyak 3.177 penerima atau mustahik akan menerima zakat fitrah ini. Tentunya penerima sudah diverifikasi,” ujar Gus Zam dalam acara di Pendopo Bupati Kabupaten Mojokerto pada Kamis (27/3/2025).
Ia menilai partisipasi masyarakat yang mempercayakan zakatnya kepada Baznas menunjukkan meningkatnya kesadaran sosial serta kepercayaan publik terhadap kinerja lembaga zakat.
Pada tahun 2024, Baznas Mojokerto berhasil menghimpun zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sebesar Rp6,2 miliar. Untuk tahun 2025, Gus Zam menargetkan peningkatan capaian hingga Rp6,6 miliar.
Menurutnya, target ini realistis, mengingat tren kepercayaan dan kesadaran masyarakat terus tumbuh. Ia menyebut, strategi distribusi berbasis data dan akurasi mustahik menjadi kunci utama efisiensi dan kebermanfaatan zakat yang dihimpun Baznas.
“Setiap paket zakat yang disalurkan, merupakan bentuk amanah dari para muzakki yang harus kami jaga sebaik mungkin. Kami juga terus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap proses pendistribusian,” jelas Gus Zam.
Baznas Kabupaten Mojokerto juga akan terus mendorong edukasi dan literasi zakat kepada masyarakat, termasuk potensi penghimpunan dari sektor ASN, pelaku usaha, hingga komunitas keagamaan yang selama ini menjadi kontributor zakat reguler.
Keberhasilan penghimpunan zakat Ramadan 2025 ini menjadi momentum penting dalam penguatan peran Baznas sebagai motor penggerak ekonomi umat. Dengan peningkatan target dan distribusi yang merata, harapannya zakat bisa menjadi solusi nyata bagi pengentasan kemiskinan lokal di Mojokerto.
