Sangatta – Pada Rabu (28/8/2024), Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Timur, Achmad Junaidi B, menerima audiensi Ketua Tim Bina Lini Lapangan BKKBN Kalimantan Timur, Mustain Adnan, beserta staf di ruang kerjanya. Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat ini membahas sejumlah isu strategis, mulai dari pembinaan untuk penyuluh hingga upaya memenuhi target satu desa satu penyuluh di Kutai Timur.
Usai audiensi, Achmad Junaidi menjelaskan bahwa pertemuan tersebut menitikberatkan pada pola pembinaan penyuluh Keluarga Berencana (KB). Menurutnya, pembinaan kepegawaian penyuluh KB menjadi tanggung jawab BKKBN Kaltim, sementara Kabupaten Kutim hanya mendapatkan manfaat dari apa yang dikerjakan oleh para penyuluh. “Kami meminta beberapa catatan tentang penyuluh yang berkinerja rendah dan mencarikan solusi untuk meningkatkan kinerjanya. Salah satu strategi yang kami rencanakan adalah melibatkan mereka dalam bimbingan teknis, workshop, dan kegiatan sejenis lainnya,” ujar pria kelahiran Muara Ancalong itu.
Selain itu, pertemuan juga membahas tantangan di lapangan, seperti sulitnya penyuluh memberikan laporan akibat tidak adanya sinyal di beberapa wilayah, serta ketidaksesuaian laporan dengan lokus yang sebenarnya. Junaidi menegaskan bahwa pihaknya akan mengundang para penyuluh KB secara khusus untuk mendiskusikan masalah-masalah ini lebih lanjut. “Sebelum tunjangan kinerja penyuluh dibayarkan, kami akan memberikan rekomendasi berdasarkan hasil pertemuan dan pembinaan di akhir bulan. Ini penting untuk merubah pola pikir dan cara kerja mereka ke depan,” tegasnya, didampingi oleh beberapa pejabat terkait.
Junaidi juga mengakui bahwa penyuluh KB yang berlatar belakang pendidikan non-penyuluh kerap menghadapi kesulitan dalam bekerja secara efektif. Namun, ia optimistis bahwa melalui bimbingan teknis yang intensif, tantangan ini dapat diatasi. Ia bahkan mengusulkan adanya studi tiru ke kabupaten atau kota lain di Kaltim yang berhasil meningkatkan kinerja penyuluh meskipun memiliki wilayah yang luas.
Untuk memenuhi target satu desa satu penyuluh, Junaidi menyampaikan rencana jangka panjang, yakni menambah jumlah penyuluh melalui metode outsourcing. Namun, ia menekankan bahwa formula yang tepat masih dalam tahap pembahasan agar sesuai dengan aturan yang berlaku. “Tujuannya adalah setiap desa bisa memiliki penyuluh sendiri, sehingga beban penyuluh yang saat ini menangani dua hingga tiga desa bisa berkurang,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Tim Bina Lini Lapangan BKKBN Kaltim, Mustain Adnan, mengungkapkan bahwa jumlah penyuluh KB di Kutai Timur saat ini masih jauh dari ideal. Dengan luas wilayah yang mencakup 141 desa dan kelurahan, Kutim hanya memiliki 40 penyuluh KB di lapangan, terdiri dari 9 orang berstatus PNS dan 31 orang penyuluh PPPK. “Meskipun jumlahnya tidak ideal, penyuluh di Kutai Timur sudah menunjukkan kinerja yang baik, seperti terlihat dari data e-visit mereka,” jelas Adnan.
Ia juga menambahkan bahwa koordinasi antarbidang, seperti keluarga sejahtera, keluarga berencana, pendataan penduduk, serta penyuluhan dan pergerakan, terus dilakukan untuk memantau dan mengevaluasi kegiatan penyuluh KB di lapangan. Adnan menegaskan bahwa evaluasi bulanan akan dilakukan secara rutin untuk memastikan setiap kegiatan yang belum maksimal dapat segera diatasi. “Semoga kinerja penyuluh KB dapat terus meningkat dan kebutuhan pelayanan KB di Kutai Timur dapat terpenuhi dengan lebih baik,” tutupnya.
