Jakarta – Arion Suites Hotel Kemang menjadi Saksi ketika Jaksa Agung Muda Intelijen, Dr. Reda Manthovani, memberikan sambutan pada acara Pembekalan Teknis Pengamanan Pembangunan Strategis Tahun 2023.
Acara yang berlangsung secara hybrid ini melibatkan Para Asisten Intelijen, Kepala Kejaksaan Negeri, Kepala Seksi Intelijen, serta jajaran di seluruh Indonesia.Dalam pembekalan tersebut, JAM-Intelijen mengungkapkan bahwa pelaksanaan pembangunan nasional sering terjadi pada Ancaman, Gangguan, Hambatan, dan Tantangan (AGHT).
Masalah pengadaan tanah, barang/jasa, hingga penyerahan aset BMN menjadi sorotan utama.Pentingnya peran Jaksa dalam Direktorat Pengamanan Pembangunan Strategis tidak bisa diabaikan. Menurut JAM-Intelijen, profesionalitas Jaksa menjadi kunci keberhasilan dalam menanggulangi AGHT yang kompleks, melibatkan aspek personal, material, serta hambatan birokratis.
“Profesionalitas Jaksa pada Direktorat PPS merupakan salah satu penentu keberhasilan dalam melakukan pengamanan untuk meniadakan ataupun meminimalisir AGHT,” ujar JAM-Intelijen.
Pentingnya sinergitas juga diutarakan, tidak hanya di tingkat pusat, tetapi juga melibatkan Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri. Dalam konteks ini, JAM-Intelijen menegaskan bahwa peran Kejaksaan dalam menetapkan kebijakan dan pengendalian sangat penting sebagai faktor kunci keberhasilan.
“Kejaksaan harus ikut mendukung keberhasilan pembangunan nasional melalui sinergitas dengan para pemangku kepentingan agar tercapai tujuan pembangunan yang Tepat Waktu, Tepat Mutu, dan Tepat Sasaran,” ujar JAM-Intelijen.
Lebih lanjut, JAM-Intelijen menyampaikan pentingnya mengacu pada pedoman dan petunjuk teknis terkait Pengamanan Pembangunan Strategis.
Prinsip-prinsip seperti Objektif, Profesional, Koordinasi, Kerahasiaan, Netralitas, dan Akuntabilitas dianggap sebagai landasan utama dalam pelaksanaan pengamanan.Sebagai penutup, JAM-Intelijen mengingatkan seluruh Tim PPS pusat dan daerah agar tidak terjebak dengan praktik transaksional dalam pelaksanaan pembangunan proyek strategis.
“Kita harus tetap bekerja dan berpikir untuk mencari solusi dari AGHT dan berkarya dengan mengoptimalkan segala potensi yang telah ada,” ujar JAM-Intelijen.
Acara ini juga diisi oleh pemapar/narasumber ternama, seperti Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara Feri Wibisono, Direktur PPS Katarina Endang Sarwestri, Deputi I Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, dan Direktur Jenderal Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan Embun Sari. Para pejabat Eselon III dan IV pada Direktorat PPS juga turut hadir dalam acara tersebut.
