Mojokerto – Angin segar berembus dari Dusun Kasiyan, Desa Pohkecik, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto. Pemerintah desa setempat mulai merealisasikan pembangunan kios desa yang diharapkan menjadi titik tumbuh baru bagi aktivitas ekonomi masyarakat. Proyek senilai Rp 350 juta dari Dana Desa tahun anggaran 2025 ini telah dimulai sejak awal Mei lalu.
Pembangunan kios ini menjadi bagian dari strategi desa dalam mendorong pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta memberikan ruang usaha yang layak dan strategis bagi warga. Dusun Kasiyan dipilih karena lokasinya yang dinilai potensial menjadi pusat interaksi dan perputaran ekonomi desa.
“Pembangunan kios desa ini kami tujukan untuk masyarakat pelaku UMKM agar mereka memiliki tempat usaha yang layak, strategis, dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal,” ujar Didik Mulyono, anggota Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), saat ditemui di lokasi proyek pada Sabtu (24/5/2025).
Menurutnya, selain memperhatikan aspek kualitas konstruksi, proyek ini juga dirancang secara transparan dan melibatkan tenaga kerja lokal. Hal tersebut menjadi bentuk pemberdayaan masyarakat sekaligus menjaga akuntabilitas penggunaan dana desa.
Keberadaan kios desa ini diharapkan menjadi wadah tumbuhnya berbagai sektor usaha, mulai dari kuliner, kerajinan, hingga jasa, yang dikelola oleh warga. Selain mempercepat geliat ekonomi desa, proyek ini juga diyakini mampu menekan angka pengangguran dan menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat.
Pemerintah Desa Pohkecik menargetkan pembangunan selesai dalam beberapa bulan ke depan agar segera bisa dimanfaatkan oleh pelaku UMKM. Semangat ini disambut positif oleh warga sekitar yang berharap kios desa mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang membawa dampak jangka panjang bagi kesejahteraan desa.
Dengan berbagai potensi lokal yang ada, keberadaan kios desa ini diyakini mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat Pohkecik ke arah yang lebih maju dan mandiri.
