Surabaya – PT Pelindo Terminal Petikemas bersama Universitas Nahdatul Ulama Surabaya (UNUSA) berkolaborasi menciptakan mesin pembakar sampah atau incinerator ramah lingkungan untuk Pondok Pesantren Bustanul Ulum Sumber Anom, Pamekasan, Madura. Inovasi ini menggunakan oli bekas sebagai bahan bakar.
Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra, menjelaskan bahwa incinerator ini dapat membakar sekitar 40 kilogram sampah basah dalam 60 menit, serta 30 menit untuk sampah kering. Kolaborasi ini tidak hanya menyediakan fasilitas fisik tetapi juga mendukung kesejahteraan santri dan lingkungan sekitar.
Manfaat Lingkungan dari Incinerator
Widyaswendra menuturkan bahwa residu dari sampah organik nantinya akan diolah menjadi pupuk organik untuk tanaman di sekitar pondok pesantren. Incinerator ini dirancang untuk membakar sampah dalam tungku, dengan asap yang dialirkan ke tabung khusus untuk disaring sehingga air yang digunakan dalam proses tersebut bisa digunakan kembali.
“Kolaborasi ini tidak hanya fokus pada penyediaan fasilitas fisik tetapi juga memperhatikan aspek keberlanjutan khususnya kesejahteraan para santri dan lingkungan sekitar pondok pesantren,” katanya di Surabaya, Jawa Timur, Senin (29/7/2024).
Solusi Bersih untuk Pengelolaan Limbah
Ketua Center For Environmental Health of Pesantren (CEHP) UNUSA, Achmad Syafiuddin, menambahkan bahwa keuntungan utama dari penggunaan Unusa Incinerator adalah dampak positifnya terhadap lingkungan. Dengan proses ini, pembakaran sampah tidak akan mengeluarkan asap, membantu mengurangi polusi udara dan memberikan solusi pengelolaan limbah yang lebih bersih.
“Terlebih di sebelah terdapat lahan kosong tumpukan sampah. Kondisi ini tentu mempengaruhi kualitas hidup dan kesehatan para santri,” ujar Achmad.
