Cisayong – Geliat prestasi olahraga di Kecamatan Cisayong kini mendapat arah baru. Melalui peluncuran PB IGOCIS pada Sabtu (4/10/2025), pemerintah kecamatan menegaskan bahwa ini bukan sekadar klub olahraga, melainkan cermin langsung implementasi semboyan ARJAUN—Agamis, Responsif, Jujur, Akuntabel, Unggul, dan Nanjung—sebagai landasan budaya pembinaan dan pembangunan karakter generasi muda.
Diresmikan di Gedung Olahraga Desa Cisayong, kehadiran PB IGOCIS dimaknai sebagai wujud keseriusan kecamatan membangun pembinaan yang terarah, terukur, dan berkelanjutan. Setiap prinsip dalam semboyan ARJAUN dikonkretkan dalam sistem kerja klub: mulai dari etika keagamaan (Agamis), respons cepat terhadap kebutuhan atlet (Responsif), hingga seleksi yang adil dan transparan (Jujur). Selain itu, target prestasi dijalankan dengan sistem akuntabilitas (Akuntabel), pembinaan teknik bertahap (Unggul), serta visi jangka panjang untuk mengharumkan nama daerah (Nanjung).
“PB IGOCIS adalah implementasi nyata ARJAUN—Agamis dalam etika, Responsif dalam aksi, Jujur dalam sikap, Akuntabel dalam kinerja, Unggul dalam hasil, dan Nanjung dalam reputasi Cisayong,” ujar Camat Cisayong saat memberi sambutan dalam acara peresmian.
Untuk mengawal efektivitas pembinaan, kecamatan mendorong penerapan indikator kinerja sederhana namun konsisten: jumlah latihan mingguan, evaluasi berkala, keterlibatan dalam turnamen, serta pengukuran karakter seperti kedisiplinan dan sportivitas. Prinsip dasarnya, menurut Camat, adalah pembinaan yang berorientasi hasil dan karakter, bukan sekadar pencapaian medali.
Kehadiran PB IGOCIS juga menjadi pemantik kolaborasi antar pemangku kepentingan. KONI dan PBSI Kecamatan, sekolah-sekolah, hingga komunitas lokal kini memiliki poros pembinaan yang jelas. Mereka bergandeng tangan menyediakan fasilitas, menghadirkan pelatih bersertifikat, serta membuka akses latihan bersama dan try out. Kecamatan berperan sebagai simpul koordinasi aktif, yang menjamin respons cepat serta transparansi program, selaras dengan semangat Responsif dan Akuntabel.
Lebih dari teknik, klub ini dirancang menjadi ruang tumbuhnya mental juara—mendorong kerja sama, kontrol emosi, dan penghormatan terhadap lawan. Dalam suasana yang positif dan edukatif, anak-anak Cisayong diharapkan berkembang sebagai atlet berintegritas sekaligus teladan karakter lokal.
Sebagai langkah konkret, kecamatan menyiapkan serangkaian inisiatif: publikasi jadwal latihan, jalur aduan 1×24 jam untuk fasilitas dan kendala, penguatan kurikulum pelatihan, hingga kampanye anti-perundungan di lapangan. Semua diarahkan untuk menciptakan rekam jejak prestasi yang konsisten, pondasi menuju Cisayong yang Nanjung di mata regional dan nasional. ARJAUN,Camat Cisayong,PB IGOCIS,Olahraga Tasikmalaya,Pembinaan Atlet Muda.
