Sangatta – Ratusan warga asal Bojonegoro menghadiri acara silaturrahmi dan temu kangen yang digelar oleh Paguyuban Bojonegoro Kutai Timur (Kutim) di Gedung Serba Guna (GSG) Bukit Pelangi, Minggu (28/7/2024). Acara ini menjadi momen berharga bagi para perantau asal Bojonegoro se-Kaltim untuk berkumpul dan mempererat tali persaudaraan, sekaligus menjaga budaya silaturrahmi yang sudah menjadi tradisi.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman hadir dalam acara tersebut dan mengapresiasi inisiatif dari Paguyuban Bojonegoro. Dalam sambutannya, ia menyatakan harapannya agar kegiatan seperti ini terus dilestarikan. “Kami akan terus mendorong kegiatan positif yang melestarikan budaya. Nantinya kami akan menggelar acara budaya dengan skala lebih besar, sehingga masing-masing suku yang ada di Kutim bisa menampilkan kekayaan budayanya,” ungkap Ardiansyah Sulaiman.
Bupati Ardiansyah Sulaiman berharap acara ini dapat menjadi contoh bagi paguyuban lainnya untuk terus menjaga dan melestarikan budaya. Ia berkomitmen untuk mendukung kegiatan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat dan budaya lokal.
“Kami akan terus berupaya mendukung kegiatan seperti ini agar terus berlanjut dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat,” tandasnya.

Acara ini juga dihadiri oleh warga Bojonegoro yang tinggal di berbagai daerah di Kalimantan Timur. Ketua panitia sekaligus Ketua Paguyuban Bojonegoro Kutai Timur, Muhammad Yasin, menyampaikan bahwa acara ini bertujuan untuk mempererat tali silaturrahmi dan menjaga kerukunan di antara warga Bojonegoro yang merantau.
“Dari Kutim ada 300 orang, dari Kota Bontang 150 orang, dari Kota Samarinda 50 orang, dari Kota Balikpapan 20 orang, dan dari Kabupaten Berau ada 10 orang,” jelas Yasin.
Menurut Yasin, Paguyuban Bojonegoro di Kutai Timur aktif menggelar berbagai kegiatan hampir setiap bulan. Warga Bojonegoro yang tergabung dalam paguyuban ini mencapai sekitar 500 orang.
“Kami berharap kegiatan silaturrahmi dan temu kangen ini bisa diikuti oleh kabupaten dan kota lainnya, sehingga kita semua bisa saling mengenal dan mempererat tali persaudaraan. Tahun depan insya Allah akan digelar di Kabupaten Berau,” tambah Yasin.
Kehadiran warga Bojonegoro dari berbagai daerah di Kalimantan Timur ini menunjukkan kekuatan komunitas dan pentingnya menjaga hubungan baik di perantauan. Acara silaturrahmi ini tidak hanya menjadi ajang untuk bertemu dan bersenang-senang, tetapi juga untuk memperkuat ikatan budaya dan sosial di antara para perantau.
Acara silaturrahmi dan temu kangen Paguyuban Bojonegoro se-Kalimantan Timur ini menjadi bukti nyata bagaimana komunitas perantau dapat memainkan peran penting dalam menjaga budaya dan membangun hubungan sosial yang kuat di tempat mereka tinggal.
