Sangatta – Ratusan warga asal Bojonegoro yang kini menetap di berbagai wilayah Kalimantan Timur berkumpul dalam acara silaturrahmi dan temu kangen yang digelar oleh Paguyuban Bojonegoro Kutim di Gedung Serba Guna (GSG) Bukit Pelangi, Minggu (28/7/2024). Acara ini menjadi ajang berharga bagi para perantau untuk mempererat tali persaudaraan dan saling mengenal lebih dekat.
Sekretaris Komisi C DPRD Kutai Timur Sobirin Bagus turut hadir dalam acara tersebut dan diberi kehormatan untuk menyampaikan mauidhotul hasanah. Dalam ceramahnya, Sobirin menekankan pentingnya melawan tiga musuh utama yang dihadapi oleh bangsa Indonesia, termasuk warga Bojonegoro di perantauan.
“Saya menyampaikan tiga hal yang harus dilawan dan menjadi musuh bersama, baik oleh bangsa maupun oleh warga Bojonegoro di Kutai Timur,” ujarnya
Sobirin Bagus Mengisi Mauidhotul Hasanah
Di tengah suasana hangat penuh keakraban, Sobirin Bagus, Sekretaris Komisi C DPRD Kutai Timur, tampil sebagai pembicara utama. Politisi PKB ini didaulat untuk memberikan mauidhotul hasanah kepada para warga Bojonegoro yang hadir.
Dalam ceramahnya, Sobirin Bagus menekankan pentingnya bersatu melawan tiga musuh utama yang dihadapi oleh masyarakat, baik sebagai bangsa maupun sebagai warga Bojonegoro di Kutai Timur.
“Saya menyampaikan tiga hal yang harus dilawan dan menjadi musuh bersama,” ungkapnya dengan penuh semangat.
1. Kemiskinan
Sobirin menggarisbawahi bahwa kemiskinan masih menjadi tantangan besar yang harus dihadapi. “Kita harus berjuang bersama untuk mengatasi kemiskinan, baik di kampung halaman kita maupun di tempat kita merantau. Dengan kerja keras dan gotong royong, kita bisa meningkatkan kesejahteraan bersama,” ujarnya.
2. Kebodohan
Selain kemiskinan, kebodohan juga menjadi musuh yang harus diperangi. Sobirin mengajak warga Bojonegoro untuk terus meningkatkan pendidikan dan keterampilan. “Pendidikan adalah kunci untuk membuka pintu kemajuan. Mari kita dorong anak-anak kita untuk belajar lebih giat dan menggapai cita-cita mereka,” tambahnya.
3. Narkoba
Terakhir, Sobirin menekankan bahaya narkoba yang bisa merusak generasi muda. Ia meminta kepada warga asal Bojonegoro untuk menyatakan perang terhadap Narkoba. “Narkoba adalah ancaman serius yang bisa menghancurkan masa depan. Kita harus bersatu padu dalam memerangi peredaran narkoba di lingkungan kita. Jangan biarkan generasi penerus kita terjerumus dalam lingkaran setan ini,” tegasnya.
Merajut Kebersamaan di Tanah Rantau
Acara ini juga dihadiri oleh warga Bojonegoro yang tinggal di berbagai daerah di Kalimantan Timur. Ketua panitia sekaligus Ketua Paguyuban Bojonegoro Kutai Timur, Muhammad Yasin, menyampaikan bahwa acara ini bertujuan untuk mempererat tali silaturrahmi dan menjaga kerukunan di antara warga Bojonegoro yang merantau.
“Dari Kutim ada 300 orang, dari Kota Bontang 150 orang, dari Kota Samarinda 50 orang, dari Kota Balikpapan 20 orang, dan dari Kabupaten Berau ada 10 orang,” jelas Yasin.
Menurut Yasin, Paguyuban Bojonegoro di Kutai Timur aktif menggelar berbagai kegiatan hampir setiap bulan. Warga Bojonegoro yang tergabung dalam paguyuban ini mencapai sekitar 500 orang.
“Kami berharap kegiatan silaturrahmi dan temu kangen ini bisa diikuti oleh kabupaten dan kota lainnya, sehingga kita semua bisa saling mengenal dan mempererat tali persaudaraan,” tambah Yasin.
