Tasikmalaya – Semangat berbagi pada bulan Ramadan kembali diwujudkan melalui aksi sosial yang menjangkau wilayah-wilayah pelosok Kota Tasikmalaya. Komunitas Pemuda Penggerak Kota Tasikmalaya (Pager Asik) bersama Yayasan Rumah Harapan Kita menggelar Program Ramadhan Gembira 2026 bertema Volunteer Inisiatif Berbagi dan Solidaritas, dengan menyalurkan lebih dari seribu paket buka puasa kepada masyarakat di sejumlah kawasan yang dinilai masih membutuhkan perhatian.
Kegiatan berlangsung di Gedung Kesenian Kota Tasikmalaya, Minggu (15/3/2026), dan dihadiri berbagai unsur pemerintah daerah, organisasi sosial, serta para relawan. Hadir mewakili Wali Kota Tasikmalaya, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Kota Tasikmalaya, Hesti Widiawati, bersama perwakilan Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Kota Tasikmalaya, Dinas Sosial Kota Tasikmalaya, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan seremoni pembukaan dan sambutan dari panitia serta para tamu undangan. Setelah itu, para relawan bergerak menuju lokasi-lokasi yang telah ditetapkan untuk mendistribusikan paket berbuka puasa kepada masyarakat penerima manfaat.
Ketua Pelaksana kegiatan, Niffal Rizki Fauzi, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi penyaluran dilakukan melalui proses asesmen agar bantuan benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
“Perbedaan antara di tahun sekarang dan tahun sebelumnya itu tidak jauh berbeda, tapi hanya ada beberapa lokasi yang sudah bisa kami mandirikan (sebelumnya), dan kami insight lebih jauh lagi, sehingga lokasi penyalurannya berbeda dengan tahun kemarin,” ujar Niffal Rizki Fauzi saat kegiatan Program Ramadhan Gembira 2026 di Gedung Kesenian Kota Tasikmalaya, Minggu (15/3/26).
Menurutnya, tahun ini terdapat sepuluh wilayah yang menjadi sasaran distribusi bantuan, yakni Kampung Ciatal, Ciangir, Gobang, Cisapi, Ciboeh, Kampung Gunung Gantar, Pasir Sereh, Cikuda, Cikedung, dan Toblongan. Lokasi-lokasi tersebut dipilih karena dinilai masih menghadapi ketimpangan dalam pembangunan maupun pemberdayaan masyarakat sehingga membutuhkan perhatian lebih dari berbagai pihak.
“Adapun wilayahnya seperti Kampung Ciatal, Ciangir, Gobang, Cisapi, Ciboeh, Kampung Gunung Gantar, Pasir Sereh, Cikuda, Cikedung, dan Toblongan,” tambah Niffal.
Sementara itu, perwakilan Yayasan Rumah Harapan Kita, Reza Gina, menyampaikan bahwa jumlah paket buka puasa yang disalurkan dalam kegiatan tersebut mencapai lebih dari 1.028 paket. Bantuan tersebut dihimpun melalui kolaborasi berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap masyarakat selama bulan Ramadan.
“Jumlah paket buka puasa yang disalurkan pada kegiatan ini mencapai lebih dari 1.028 paket,” ujar Reza Gina di sela kegiatan.
Program Ramadhan Gembira tidak hanya berfokus pada pembagian makanan berbuka. Kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi antara komunitas kepemudaan, lembaga sosial, pemerintah daerah, dan para relawan dalam membangun kepedulian terhadap masyarakat yang tinggal di wilayah dengan akses pelayanan dan pembangunan yang masih terbatas.
Keterlibatan generasi muda dalam kegiatan sosial seperti ini menunjukkan bahwa semangat kerelawanan memiliki peran penting dalam memperkuat solidaritas masyarakat. Melalui proses asesmen, penggalangan bantuan, hingga distribusi langsung ke lapangan, para relawan memperoleh pengalaman tentang pentingnya memahami kebutuhan masyarakat sebelum menyalurkan bantuan.
Bagi masyarakat penerima manfaat, paket buka puasa yang dibagikan bukan sekadar bantuan konsumsi. Kehadiran relawan hingga ke pelosok kota menjadi bentuk perhatian dan pengakuan bahwa mereka tetap menjadi bagian dari masyarakat yang perlu dijangkau dalam berbagai program sosial.
Momentum Ramadan juga menjadi pengingat bahwa gotong royong merupakan salah satu nilai yang terus hidup dalam masyarakat Indonesia. Ketika pemerintah, komunitas, lembaga sosial, dan warga bergandengan tangan, berbagai persoalan sosial dapat dihadapi secara bersama-sama melalui aksi nyata yang memberi manfaat langsung.
Program Ramadhan Gembira 2026 memperlihatkan bahwa kepedulian sosial tidak selalu diwujudkan melalui kegiatan berskala besar, tetapi juga melalui langkah sederhana yang tepat sasaran. Dengan menjangkau masyarakat di wilayah pelosok, kegiatan ini diharapkan tidak hanya meringankan beban warga selama Ramadan, tetapi juga memperkuat budaya berbagi dan solidaritas sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat.
