Cisayong– Dalam waktu persiapan yang singkat, SMPN 1 Cisayong sukses menggelar pagelaran seni untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025, Kamis (2/5/2025). Kegiatan ini mencerminkan kreativitas, kolaborasi, dan kecintaan siswa terhadap seni, sastra, dan budaya lokal.
Kepala Sekolah Hj. Dida Nurhayati, M.Pd., mengungkapkan bahwa pelaksanaan kegiatan merupakan tanggapan cepat atas instruksi mendadak dari pemerintah. Meski demikian, semangat gotong royong guru dan siswa berhasil menciptakan acara bermakna dalam waktu singkat.
“Kami menyusun konsep acara hanya dalam beberapa jam. Saya mengusulkan pertunjukan teatrikal agar anak-anak bisa menyampaikan makna Hardiknas secara kreatif. Kami juga berhasil memecahkan rekor membuat seribu pantun oleh siswa,” jelas Hj. Dida.
Hardiknas 2025 juga menjadi momen khusus untuk memberikan penghormatan kepada Hj. Hidayah, guru senior yang menyelesaikan pengabdiannya. Anak-anak menyiapkan acara dengan penuh antusias karena telah terbiasa dengan pembiasaan kegiatan positif di sekolah.

Pagelaran seni menghadirkan kombinasi antara teater, puisi, pantun, nyanyian, dan tari tradisional “Cisayong Nanjung Sehari”. Siswa kelas 8A, Rijal Permana, menyebut pengalaman tampil di atas panggung sangat menyenangkan meski persiapan dilakukan secara dadakan.
“Deg-degan, tapi seru. Saya sempat malu, tapi senang bisa tampil,” ujarnya. Lebih dari 50 siswa terlibat dalam acara, dibimbing oleh guru seni Pak Usep dan Bu Lusi.
Salah satu siswi, Silma, juga mengungkapkan kebahagiaannya bisa tampil menggunakan kebaya. “Saya pakai kebaya dari bibi saya. Saya bangga bisa ikut tampil,” tuturnya.
Dalam pagelaran ini, karya puisi dari siswa bernama Reva Permatasari turut ditampilkan dan mendapatkan perhatian besar. Puisinya yang berjudul “Lentera Ilmu”menggambarkan semangat pendidikan sebagai cahaya peradaban bangsa:
LENTERA ILMU
Karya: Reva Permatasari
Mentari pagi mewarnai dunia
Cahaya ilmu menerangi jalan
Hidup yang membentang
Bakal gelap, cita bangsa membayang
Dari Sabang sampai Merauke
Sekolah berdiri tegak
Tempat ilmu menyimpan khazanah pengetahuan
Tempat ilmu bersenang-senang
Laboratorium modern
Jendela sains menakjubkan
Ruang kelas integratif
Mengasah daya nalar kritis
Pahlawan pendidikan, perjuangkan
Generasi pembaharuan, teguh, berani dan tangguh
Guruku engkaulah pahlawan
Yang mengajarkan kebaikan
Yang membimbing langkah menuju masa depan
Pelita bangsa, tonggak kemajuan
Engkau antar menuju lentera ilmu
Penyejuk lara, terkuak keterbentangan dunia
Pengetahuan berkembang
Keterampilan terasa
Karakter menjadi manusia, khususnya jiwa
Membangun Indonesia merdeka berperadaban
Mari genggam dengan tangan
Membangun masa depan
Meraih lukisan cita-cita
Generasi cerdas untuk Indonesia emas
Selain puisi, siswa juga menampilkan pantun bertema pendidikan yang menghibur sekaligus inspiratif. Salah satu pantun yang menarik berbunyi:
Beli jus sirsa di taman sekolah,
Minum bersama teman bermain anak,
Pendidikan investasi yang paling indah,
Ciptakan generasi cerdas & berakhlak.
Dengan semangat literasi, kreativitas, dan kecintaan terhadap budaya lokal, SMPN 1 Cisayong membuktikan bahwa peringatan Hardiknas bukan hanya upacara seremonial, tetapi juga ruang ekspresi dan aktualisasi diri siswa yang patut diapresiasi.
