Mojokerto – Di tengah upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menekankan pentingnya pengembangan budaya sadar risiko dalam setiap aspek birokrasi. Hal ini ia sampaikan saat membuka kegiatan Asistensi Manajemen Risiko yang digelar secara daring oleh Inspektorat Kota Mojokerto pada Kamis (30/10/2025).
Dalam arahannya, Ning Ita – sapaan akrabnya – menegaskan bahwa keberhasilan organisasi pemerintahan bukan hanya ditentukan dari tercapainya program kerja, namun juga dari kemampuan mengantisipasi dan mengelola risiko. Ia menyebut, manajemen risiko harus menjadi bagian dari denyut nadi birokrasi.
“Pengembangan budaya sadar risiko merupakan kunci utama dalam memperkuat penerapan manajemen risiko di lingkungan Pemerintah Kota Mojokerto,” ujar Ning Ita.
Ia menjelaskan bahwa strategi tersebut dilakukan melalui tiga pendekatan utama: meningkatkan kesadaran budaya sadar risiko, melakukan manajemen perubahan, serta menyempurnakan budaya risiko yang telah ada. Ketiganya, menurutnya, harus berjalan simultan agar mampu menciptakan sistem birokrasi yang adaptif dan tangguh terhadap gangguan.
Ning Ita juga menyoroti pentingnya keterlibatan pimpinan perangkat daerah dalam setiap pengambilan keputusan berbasis risiko, yang dilengkapi dengan program pelatihan dan sosialisasi berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa integrasi manajemen risiko dalam seluruh proses bisnis organisasi merupakan keharusan, bukan pilihan.
“Langkah-langkah ini menjadi pijakan penting untuk memastikan bahwa budaya sadar risiko benar-benar menjadi bagian dari birokrasi Pemerintah Kota Mojokerto,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan bahwa implementasi manajemen risiko di Kota Mojokerto telah berjalan seiring dengan Peraturan Wali Kota Mojokerto Nomor 58 Tahun 2023 tentang Pedoman Rencana Pengendalian Kecurangan (Fraud Control Plan). Regulasi ini, menurutnya, menjamin bahwa seluruh proses pemerintahan — dari strategi hingga operasional — memiliki sistem pengendalian risiko yang menyeluruh.
Menutup sambutannya, Ning Ita berharap kegiatan asistensi ini dapat mempererat sinergi antar perangkat daerah dan membangun persepsi yang sama dalam menciptakan sistem pengelolaan risiko yang efektif.
“Dengan dukungan dan sinergi dari seluruh pihak, saya yakin Pemerintah Kota Mojokerto akan semakin siap menghadapi berbagai tantangan pembangunan ke depan,” pungkasnya.
