Mojokerto – Senja yang turun perlahan di antara rel kereta dan hamparan sawah kini tak lagi sunyi. Di sebuah sudut Dusun Karang Nongko, Desa Mojoranu, Kecamatan Sooko, suasana berubah menjadi ruang temu hangat bagi anak muda yang menikmati kopi sambil menatap langit jingga.
Fenomena ini berpusat di sebuah tempat sederhana bernama “Titik Kumpul Ngopi” yang mulai dikenal sejak 2023 dan semakin ramai hingga Rabu (25/03/2026). Lokasi ini berada di jalan cor persawahan di samping rel kereta api, menjadikannya unik karena memadukan panorama alam, suara kereta melintas, dan udara pedesaan yang sejuk. Setiap sore, terutama pukul 15.30 hingga 18.00 WIB, puluhan hingga ratusan pengunjung datang untuk bersantai.
Tempat ini digagas oleh Ertha (23), pemuda asal Dusun Gambuhan, Desa Modongan, yang awalnya hanya menikmati kopi bersama teman-temannya di lokasi tersebut. Melihat potensi suasana yang menarik, ia kemudian berinisiatif berjualan kopi menggunakan sepeda motor CB miliknya. Konsep sederhana tanpa mengganggu aktivitas warga menjadi nilai tambah tersendiri.
“Awalnya cuma ngopi sambil menikmati suasana sore, ternyata banyak teman-teman yang ikut datang dan akhirnya jadi tempat kumpul. Karena banyak yang menyebut titik kumpul, akhirnya saya beri nama Titik Kumpul Ngopi dan sekarang makin banyak yang datang,” ujar Ertha (23).
Nama tersebut lahir secara alami dari kebiasaan pengunjung yang menjadikan lokasi ini sebagai titik temu. Seiring waktu, popularitasnya meningkat pesat, terlebih setelah konten yang diunggah di media sosial seperti TikTok menarik perhatian luas dan menuai ribuan respons positif. Bahkan, lokasi ini kini telah terdaftar di Google Maps, memudahkan pengunjung dari luar daerah untuk datang.
Selain kopi, tersedia juga berbagai minuman sachet dengan harga terjangkau mulai Rp4 ribu hingga Rp10 ribu. Kehadiran tempat ini juga membuka peluang ekonomi bagi pedagang lain yang menjajakan makanan ringan seperti sempol dan pentol di sekitar lokasi. Aktivitas ini menciptakan ekosistem kecil yang menghidupkan kawasan tersebut setiap sore.
Salah satu pengunjung, Aris Riyanto (23), mengaku rutin datang karena suasananya berbeda dari tempat nongkrong pada umumnya.
“Tempatnya sederhana tapi suasananya enak, bisa lihat sawah, sunset, kadang juga ada kereta lewat. Jadi cocok buat santai bareng teman-teman,” ungkapnya.
Kehadiran “Titik Kumpul Ngopi” menjadi alternatif ruang publik baru yang murah, alami, dan inklusif bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Di tengah tren kafe modern, tempat ini justru menawarkan kesederhanaan yang autentik dan menyatu dengan alam.
Dengan terus meningkatnya jumlah pengunjung, diharapkan pengelola dan masyarakat sekitar dapat menjaga kebersihan serta kenyamanan lingkungan agar tempat ini tetap menjadi ruang positif untuk berkumpul dan melepas penat di sore hari.
