Mojokerto – Suasana Desa Klinterejo di Kecamatan Sooko terlihat ramai, Sabtu(5/10/2024) . Warga berkumpul di kediaman Abdul Khamim, salah satu titik kampanye dialogis tatap muka pasangan calon bupati Mojokerto, MUBAROK. Gus Barra, sapaan akrab Dr. Muhammad Al Barra, kembali hadir langsung di tengah masyarakat, didampingi oleh para ketua partai politik dan relawan. Kehadiran PAN, PPP, Gerindra, Demokrat, Nasdem, Hanura, Garuda, hingga Ummat, menunjukkan kekuatan dukungan politik di belakangnya.
Dalam kampanye yang berlangsung di dua titik, yakni di rumah Abdul Khamim dan rumah mantan Kepala Desa Kedungmaling, Ibu Inuk, Gus Barra menyampaikan visi dan misi pasangan MUBAROK dengan penuh semangat. “Kami memiliki visi menjadikan Kabupaten Mojokerto lebih baik,” ujarnya di hadapan puluhan warga yang antusias mendengarkan.
Gus Barra menegaskan bahwa MUBAROK, yang diakronimkan dengan makna penuh keberkahan, berkomitmen untuk memperbaiki berbagai sektor di Mojokerto. Infrastruktur, ekonomi, dan kesehatan menjadi tiga fokus utama yang diusung pasangan ini. “Baik infrastrukturnya, baik ekonominya, dan baik kesehatannya,” tegasnya.
MUBAROK dan Anggaran Rp 2,7 Triliun
Dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mojokerto yang mencapai Rp 2,7 triliun, Gus Barra menyatakan kesiapannya untuk memprioritaskan pembangunan infrastruktur dan peningkatan sumber daya manusia (SDM). “Anggaran sebesar itu, asal tidak diselewengkan, bisa mensejahterakan masyarakat Mojokerto,” ujar Gus Barra menyinggung pentingnya tata kelola anggaran yang bersih.
Salah satu program prioritas di bidang infrastruktur yang ditawarkan MUBAROK adalah memindahkan pusat kantor pemerintahan Kabupaten Mojokerto ke wilayah Mojokerto sendiri. Saat ini, pusat pemerintahan kabupaten berada di wilayah luar Mojokerto, dan Gus Barra bertekad untuk memperbaikinya. “Selain pembangunan jalan yang merata, kita juga akan wujudkan pembangunan kantor pemerintahan di wilayah kita sendiri,” jelasnya.
Peningkatan SDM dan Program Sosial
Tak hanya infrastruktur, MUBAROK juga berfokus pada peningkatan kualitas SDM. Gus Barra berjanji untuk meningkatkan tunjangan bagi guru-guru TPQ yang selama ini hanya mendapatkan Rp 200 ribu per tahun, menjadi Rp 1,2 juta. “Peran guru TPQ sangat penting dalam membangun karakter generasi muda. Oleh karena itu, tunjangannya harus diperhatikan,” ucapnya.
Selain itu, perhatian juga akan diberikan kepada para kader posyandu. Gus Barra mengakui peran penting mereka sebagai garda depan pelayanan kesehatan masyarakat. “Kader posyandu juga memiliki peran besar dalam menjaga kesehatan masyarakat, jadi nasib mereka harus diperhatikan,” imbuhnya.
Menjanjikan Pemerintahan yang Bersih
Di akhir pidatonya, Gus Barra menekankan pentingnya tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi. Ia berjanji akan menempatkan orang-orang yang kompeten di posisi strategis agar tercipta pemerintahan yang profesional dan bebas KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme). “Kami akan pastikan bahwa setiap jabatan diisi oleh orang yang tepat agar pemerintahan berjalan dengan bersih,” tutupnya.
Kampanye Gus Barra di Sooko ini tak hanya mengobarkan semangat warga untuk perubahan, tetapi juga mempertegas komitmen pasangan MUBAROK dalam membangun Mojokerto yang lebih sejahtera. Warga yang hadir tampak antusias dengan program-program yang disampaikan, berharap perubahan nyata segera terwujud.
