Demak – Suasana pesisir Pantai Glagah Wangi Istambul di Kabupaten Demak mendadak geger setelah warga menemukan sesosok jenazah pria tanpa identitas di tepi pantai. Penemuan tersebut langsung dilaporkan kepada aparat desa dan diteruskan kepada pihak kepolisian untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
Peristiwa ini terjadi di wilayah Desa Tambakbulusan, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak. Hingga kini, pihak kepolisian masih berupaya mengungkap identitas korban serta penyebab kematiannya.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kasi Humas Polres Demak, Iptu Said Nu’man Murod, menjelaskan bahwa jenazah tersebut pertama kali ditemukan oleh dua warga setempat, yakni Aminah (55) dan Duki alias Bajang (57). Saat itu, keduanya tengah berada di sekitar pesisir untuk mencari barang rongsokan.
Ketika menyusuri area pantai, mereka melihat sesosok tubuh manusia tergeletak di tepi pantai dalam kondisi yang mencurigakan. Setelah mendekat, keduanya menyadari bahwa tubuh tersebut merupakan jenazah pria tanpa identitas.
“Ketika menyusuri area pantai, kedua saksi melihat sesosok mayat tergeletak di tepi pantai dalam kondisi tanpa busana,” ujar Nu’man, Senin (9/3/2026).
Menyadari temuan tersebut, kedua saksi kemudian segera memanggil seorang nelayan bernama Parno (47) yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Selanjutnya, informasi penemuan jenazah itu dilaporkan kepada Kepala Desa Tambakbulusan, Ahmad Khabibullah.
Setelah menerima laporan dari warga, kepala desa kemudian meneruskan informasi tersebut kepada pihak kepolisian. Petugas dari Polres Demak bersama aparat terkait segera menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Saat dilakukan pemeriksaan awal di lokasi, petugas menemukan bahwa kondisi jasad sudah mengalami pembusukan cukup lanjut. Hal ini menunjukkan bahwa korban diduga telah meninggal dunia cukup lama sebelum akhirnya ditemukan warga.
“Jenazah ditemukan dalam kondisi tanpa busana, dengan bagian mata menonjol keluar dan dari mulut mengeluarkan cairan,” jelas Nu’man.
Setelah proses identifikasi awal di lokasi selesai dilakukan, petugas kemudian mengevakuasi jenazah ke RSUD Sultan Fatah Demak. Jenazah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian korban sekaligus membantu proses identifikasi.
Dari hasil pemeriksaan sementara, korban diketahui berjenis kelamin laki-laki dengan panjang tubuh sekitar 150 sentimeter. Usia korban diperkirakan berada pada kisaran 40 hingga 50 tahun.
Polisi juga menemukan beberapa ciri fisik khusus yang dapat membantu proses identifikasi korban. Salah satunya adalah kondisi gigi korban yang memiliki karakteristik tertentu.
“Pada rahang bawah korban tidak terdapat gigi atau ompong. Sementara pada rahang atas, gigi pertama kanan dan kiri tidak ada, serta gigi kedua kanan dalam kondisi patah,” terang Nu’man.
Berdasarkan kondisi jasad yang ditemukan, pihak kepolisian memperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar tiga minggu sebelum ditemukan oleh warga di kawasan Pantai Glagah Wangi tersebut.
Hingga saat ini, pihak kepolisian belum menerima laporan orang hilang yang memiliki ciri-ciri seperti korban. Oleh karena itu, polisi masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas korban serta kemungkinan penyebab kematian.
Polisi juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga atau mengenali ciri-ciri korban agar segera melapor ke kantor polisi terdekat. Selain itu, masyarakat juga dapat menghubungi Call Center Polri melalui nomor layanan 110.
Di samping itu, kepolisian juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan ketika beraktivitas di wilayah perairan, baik di sekitar sungai maupun laut. Hal ini mengingat kondisi cuaca di sejumlah wilayah Jawa yang masih didominasi musim penghujan disertai angin kencang.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati ketika beraktivitas di sekitar sungai maupun laut. Pada musim hujan seperti sekarang, debit air dan gelombang sering meningkat sehingga berpotensi menimbulkan kecelakaan, termasuk kasus orang tenggelam,” pungkasnya.
Hingga kini, kasus penemuan jenazah tanpa identitas tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian. Proses identifikasi dan penyelidikan terus dilakukan guna mengungkap identitas korban serta memastikan penyebab kematian secara pasti.
