Tasikmalaya – Dengan semangat membangun literasi digital sejak keluarga, sejumlah mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Siliwangi menggelar sosialisasi penggunaan internet sehat untuk anak dan keluarga di Desa Sukamukti pada Kamis (27/11/2025). Layaknya “lampu kecil yang menuntun di ruang gelap”, kegiatan ini mencoba membuka wawasan para orang tua mengenai cara membimbing anak menghadapi dunia maya yang kian kompleks.
Sosialisasi dilaksanakan sebagai bagian dari tugas mata kuliah Literasi Teknologi dan Informasi. Kegiatan menyasar ibu-ibu PKK Desa Sukamukti dengan tujuan memperkuat pendampingan orang tua dalam memanfaatkan internet secara bijak demi keamanan dan perkembangan anak. Materi dirancang untuk mendukung capaian SDGs, khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, SDG 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera, serta SDG 16 mengenai keamanan digital dalam keluarga.
Acara dibuka secara formal melalui sambutan MC, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan doa. Setelah sesi pembukaan, MC nonformal memandu kegiatan hingga selesai. Dua pemateri dari mahasiswa Pendidikan Sejarah Unsil, Ade Risky dan Salman Nuraslam, menyampaikan pemahaman mengenai manfaat internet, peran orang tua dalam membentuk kebiasaan digital yang sehat, dan ragam risiko yang dapat timbul, seperti paparan konten tidak sesuai, kecanduan gawai, cyberbullying, hingga grooming. Materi juga meliputi pengenalan aplikasi parental control sebagai alat bantu pengawasan yang mudah diterapkan di rumah.
“Kami berharap orang tua mampu menjadi pelindung sekaligus pembimbing pertama ketika anak memasuki ruang digital,” ujar Ade dalam pemaparannya.
Sesi diskusi kemudian dibuka dan berlangsung interaktif. Dua peserta, Nina Herlina dan Ai, menyampaikan pertanyaan yang mencerminkan kekhawatiran sekaligus perhatian orang tua terhadap penggunaan gawai. “Bagaimana agar tetap bisa mengawasi penggunaan gadget pada anak jika orang tua bekerja dari pagi sampai sore?” tanya Nina. Sementara Ai menambahkan pertanyaan lain, “Bagaimana cara agar anak tidak kecanduan gadget?” Kedua pertanyaan itu dijawab pemateri dengan penjelasan mengenai pentingnya aturan keluarga, komunikasi rutin, dan penggunaan fitur pengawasan digital.
Antusiasme peserta semakin terasa ketika kegiatan ditutup dengan jargon bersama, “Keluarga Cerdas, Dunia Maya Berkualitas.” Para ibu PKK merespons seruan itu dengan penuh semangat. Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan sertifikat kepada peserta yang mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir.
Melalui kegiatan ini, para ibu PKK Desa Sukamukti memperoleh pengetahuan mengenai pola pengawasan digital yang efektif bagi anak. Harapannya, pemahaman tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga anak-anak terhindar dari risiko bahaya media sosial dan dapat memanfaatkan teknologi secara positif.
