Malang – Mahasiswa Pengabdian Kepada Masyarakat Bahari (PKMB) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya menyelenggarakan kegiatan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN) bersama dengan ibu-ibu PKK di Desa Pagelaran. Kegiatan yang diselenggarakan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kepada masyarakat mengenai pentingnya gizi dan nutrisi dari konsumsi ikan sekaligus memperkenalkan olahan ikan yang praktis, bergizi, dan memiliki nilai ekonomi.
Pada kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan demonstrasi memasak olahan berbahan ikan tuna. Menu yang dipraktikkan merupakan inovasi dari tahu isi, di mana isian dari tahu isi biasanya menggunakan bakso namun dapat menggunakan alternatif lain berupa ikan tuna yang telah dibumbui. Inovasi yang telah dilakukan tersebut diharapkan menjadi alternatif sajian keluarga yang sehat, bergizi, kaya protein, dan mudah dibuat dengan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.

Selain praktik memasak, mahasiswa juga memaparkan edukasi mengenai kandungan nutrisi, gizi ikan serta manfaatnya bagi pertumbuhan, kesehatan, dan pemenuhan kebutuhan protein keluarga. Melalui penyampaian dan praktik memasak secara langsung, masyarakat mampu memahami pentingnya bahwa ikan dapat dijadikan sebagai menu konsumsi sehari-hari.
Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk upaya mahasiswa untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mengonsumsi ikan secara rutin. Ikan merupakan salah satu sumber pangan yang memiliki kandungan protein dan berbagai zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Oleh karena itu, pemanfaatan ikan sebagai bagian dari menu sehari-hari dapat menjadi salah satu langkah sederhana dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi keluarga.
Antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan menunjukkan bahwa edukasi yang disertai dengan praktik secara langsung dapat membantu masyarakat lebih mudah memahami materi yang disampaikan. Selain mendapatkan pengetahuan mengenai kandungan gizi ikan, peserta juga dapat melihat secara langsung tahapan pengolahan produk berbahan dasar ikan tuna.

Kegiatan GEMARIKAN ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat selama kegiatan berlangsung, tetapi juga dapat diterapkan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diteruskan kepada anggota keluarga maupun lingkungan sekitar sehingga kebiasaan mengonsumsi ikan dapat semakin berkembang di masyarakat.
Bagi mahasiswa, kegiatan ini juga menjadi pengalaman dalam menerapkan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan ke dalam kehidupan masyarakat. Interaksi langsung dengan ibu-ibu PKK memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berbagi pengetahuan sekaligus belajar memahami kebutuhan dan kebiasaan masyarakat dalam mengolah serta mengonsumsi bahan pangan.
Dengan adanya kegiatan tersebut, mahasiswa PKMB Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya berharap program edukasi GEMARIKAN dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Pagelaran. Melalui edukasi, inovasi pengolahan, dan praktik secara langsung, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk menjadikan ikan sebagai salah satu pilihan menu pangan yang sehat, bergizi, dan mudah diolah.
Pemetaan Administrasi Desa Pagelaran
Pemetaan administrasi Desa Pagelaran dapat menjadi salah satu dasar untuk menghubungkan pelaksanaan kegiatan GEMARIKAN dengan kondisi serta ruang aktivitas masyarakat. Peta tersebut menunjukkan batas wilayah desa sekaligus persebaran berbagai fasilitas umum, seperti balai desa, pasar, masjid, gereja, sekolah, sanggar budaya, dan Kantor Kecamatan Pagelaran. Keberadaan fasilitas-fasilitas tersebut memberikan gambaran mengenai pusat aktivitas masyarakat yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung penyampaian informasi mengenai pentingnya konsumsi ikan dan pengolahan pangan bergizi.
Keterkaitan pemetaan dengan program GEMARIKAN dapat dilihat dari peran berbagai fasilitas sebagai tempat masyarakat berinteraksi. Balai desa, misalnya, dapat digunakan sebagai lokasi untuk penyuluhan, pelatihan, maupun praktik pengolahan ikan. Sementara itu, pasar memiliki peran penting dalam penyediaan bahan pangan sekaligus dapat menjadi tempat untuk mengenalkan dan mengembangkan produk olahan berbahan dasar ikan. Selain itu, sekolah, tempat ibadah, dan ruang sosial lainnya dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk menyebarkan edukasi mengenai manfaat konsumsi ikan kepada masyarakat dan keluarga.

Dengan demikian, peta administrasi tidak hanya digunakan untuk menggambarkan batas wilayah Desa Pagelaran, tetapi juga dapat menjadi informasi pendukung dalam menyusun perencanaan kegiatan GEMARIKAN. Melalui pemetaan, jangkauan kegiatan dapat ditentukan dengan lebih jelas, fasilitas yang mudah dijangkau masyarakat dapat dikenali, serta lokasi yang berpotensi digunakan untuk kegiatan edukasi dan pemberdayaan dapat diidentifikasi. Pendekatan berdasarkan kondisi wilayah tersebut dapat membantu agar pelaksanaan GEMARIKAN menjadi lebih terarah dan mampu menjangkau masyarakat secara berkelanjutan.
Dari aspek pemberdayaan masyarakat, hasil pemetaan juga dapat digunakan sebagai dasar dalam merancang kegiatan lanjutan. Beberapa kegiatan yang dapat dikembangkan antara lain pelatihan pengolahan ikan tuna bagi kelompok PKK, pengenalan produk olahan ikan di kawasan pasar, serta pemberian edukasi kepada keluarga mengenai kandungan gizi dan manfaat konsumsi ikan.
Dengan menghubungkan lokasi, fasilitas, dan aktivitas masyarakat melalui informasi spasial, inovasi tahu isi berbahan dasar ikan tuna yang diperkenalkan dalam kegiatan GEMARIKAN tidak hanya menjadi kegiatan demonstrasi memasak. Kegiatan tersebut dapat dikembangkan lebih jauh sebagai bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pangan bergizi, mengoptimalkan pemanfaatan bahan pangan lokal, serta membuka peluang pengembangan ekonomi bagi masyarakat Desa Pagelaran.
