Malang – Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB) melalui kegiatan PKM-BAHARI FPIK 2026 melaksanakan sosialisasi mengenai Azolla pinnata kepada masyarakat Desa Sambigede, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, pada 31 Juli 2026.
Kegiatan tersebut melibatkan 17 mahasiswa dengan pendampingan Febriyani Eka Supriatin, S.Si., M.Si. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Sosialisasi menjadi salah satu bentuk pengenalan potensi perikanan dan sumber daya perairan yang dapat dimanfaatkan serta dikembangkan oleh masyarakat desa.
Kegiatan sosialisasi bertujuan memberikan pengetahuan awal kepada masyarakat mengenai Azolla, mulai dari karakteristik, manfaat, potensi pemanfaatan, hingga gambaran umum mengenai budidayanya. Materi disampaikan menggunakan media presentasi PowerPoint agar informasi dapat tersusun secara lebih terstruktur dan mudah dipahami peserta.
Azolla pinnata merupakan tumbuhan air berukuran kecil yang dapat ditemukan pada lingkungan perairan tertentu dan memiliki potensi untuk dimanfaatkan dalam berbagai bidang. Dalam konteks budidaya, Azolla diperkenalkan sebagai salah satu sumber daya yang berpeluang dikembangkan dengan memanfaatkan sarana serta kondisi lingkungan yang tersedia di masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya menyampaikan materi secara teoritis, tetapi juga membawa contoh bibit Azolla agar masyarakat dapat mengenali bentuknya secara langsung. Pengenalan secara visual diharapkan membantu masyarakat memahami materi sekaligus memberikan gambaran awal mengenai komoditas yang diperkenalkan.

Dalam pemaparan materi, masyarakat diperkenalkan dengan sejumlah aspek dasar mengenai Azolla, termasuk potensi pemanfaatannya serta gambaran mengenai cara tanaman tersebut dapat dikembangkan melalui kegiatan budidaya. Materi diberikan sebagai pengetahuan awal agar masyarakat memiliki pemahaman sebelum melakukan pengembangan lebih lanjut sesuai kebutuhan dan kondisi Desa Sambigede.
Antusiasme masyarakat terlihat selama kegiatan berlangsung. Peserta mengikuti pemaparan materi serta mengamati langsung contoh Azolla yang dibawa mahasiswa. Interaksi dengan bibit menjadi bagian penting karena masyarakat dapat melihat dan mengenali Azolla secara nyata, tidak hanya melalui gambar maupun penjelasan dalam materi presentasi.
Selain pengenalan melalui materi dan contoh bibit, kegiatan juga dilengkapi dengan penyerahan contoh bibit Azolla kepada masyarakat. Penyerahan tersebut menjadi bentuk dukungan awal sekaligus pengenalan lebih lanjut terhadap komoditas yang disampaikan dalam kegiatan sosialisasi.
Kegiatan sosialisasi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkenalkan potensi Azolla kepada masyarakat Desa Sambigede. Pengetahuan yang diberikan diharapkan tidak berhenti pada tahap pengenalan, tetapi dapat menjadi bahan pertimbangan bagi masyarakat dalam melihat peluang pemanfaatan Azolla sesuai potensi, kebutuhan, dan kondisi lingkungan yang tersedia di desa.

rarakat Desa Sambigede sebagai bagian dari kegiatan pengenalan Azolla. Dokumentasi Tim PKM-B FPIK DIB
Bagi mahasiswa FPIK UB, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Penyampaian informasi mengenai potensi sumber daya perairan sekaligus diharapkan dapat membangun komunikasi dan pertukaran pengetahuan antara mahasiswa dengan masyarakat.
Melalui sosialisasi dan pengenalan bibit ini, Azolla diperkenalkan sebagai salah satu alternatif sumber daya yang memiliki potensi untuk dikembangkan di tingkat masyarakat. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi awal dari pengenalan dan pemanfaatan Azolla secara lebih luas di Desa Sambigede sekaligus membuka peluang pengembangan kegiatan budidaya pada masa mendatang.
