Mojokerto – Kota Mojokerto sekali lagi membuktikan eksistensinya di panggung nasional. Kota Mojokerto meraih 4 juara sekaligus dalam lomba video blog (vlog) Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Pusat.
Di antara para pemenang, Yaisy Erdi Kichi Prasetyo dari SMP N 4 Mojokerto telah mempersembahkan prestasi gemilang dengan meraih juara II dalam lomba vlog bertema “pola asuh tepat untuk generasi emas bebas KDRT”. Sukses tak hanya diraih oleh satu individu, namun juga oleh Elvina Zanuba dari PIK-R Generasi Emas SMP 8 Kota Mojokerto yang berhasil meraih juara harapan 1, dan Yoffa Lakeisha Putri F dari SMP N 4 Kota Mojokerto yang mendapatkan juara harapan 16 pada lomba vlog bertema “cegah anak stunting melalui pola makan sehat dan benar”.
Tidak hanya dari kalangan pelajar, kader PKK Kota Mojokerto juga turut menorehkan prestasi gemilang. Linda Devi Fitriana dari TP-PKK Kelurahan Magersari berhasil meraih gelar juara favorit dalam lomba vlog bertema “cegah anak stunting melalui pola makan sehat dan benar”.
Penjabat (Pj.) Wali Kota Mojokerto, M. Ali Kuncoro, menyatakan rasa bangga atas prestasi yang telah diraih oleh para anak muda dan kader PKK tersebut. “Ini merupakan prestasi yang patut diapresiasi. Semoga kreativitas mereka menjadi inspirasi bagi anak muda dan ibu-ibu di Kota Mojokerto,” ungkapnya dengan antusias.
Dalam era teknologi informasi yang semakin maju, kreativitas menjadi kunci dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Mas Pj, demikian ia akrab disapa, menegaskan bahwa cara-cara kreatif seperti ini menjadi salah satu alat efektif untuk menyampaikan pesan-pesan penting kepada masyarakat.
Pj. Ketua TP-PKK Kota Mojokerto, Nia Wayanti Ali Kuncoro, juga tak ketinggalan memberikan apresiasi yang tinggi kepada para juara. “Terima kasih telah berpartisipasi, videonya bagus-bagus. Tetaplah kreatif dan inovatif dalam berkarya,” ucapnya penuh semangat.
Salah satu peraih juara, Yaisy Erdi Kichi Prasetyo, mengungkapkan perasaannya yang tak terduga atas kemenangan tersebut. “Nggak nyangka sih, soalnya kayak menang kalah itu belakangan jadi kita ikut dulu aja. Tapi nggak nyangka kalau akhirnya sampai juara II itu,” ujarnya dengan raut wajah yang penuh kebahagiaan.
Yaisy menjelaskan bahwa vlog tersebut dibuat dengan melibatkan peran keluarga, guru, serta teman-temannya di sekolah, dengan waktu pengambilan gambar selama dua hari. Ia berharap melalui video vlog tersebut, pesan penting tentang pola asuh yang tepat, tanpa kekerasan bagi anak dapat tersampaikan dengan baik, serta semakin banyak remaja yang berani menyebarkan pesan positif untuk generasi selanjutnya.
