Bandung – Aroma kopi lokal dari lereng Manglayang menyambut langkah Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati dalam kunjungannya ke Bazaar UMKM yang berlangsung di Gedung Keuangan Negara (GKN) Bandung. Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian agenda kerja beliau di Bandung dan menjadi ruang promosi penting bagi UMKM binaan Kementerian Keuangan dan Special Mission Vehicle (SMV), termasuk Coffee Garung.
Diselenggarakan dalam rangka memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia, acara bertajuk UMKM Bangkit ini menampilkan berbagai produk unggulan seperti makanan olahan, aksesoris, hingga kain batik. Namun, salah satu momen paling mencuri perhatian terjadi saat Sri Mulyani mengunjungi langsung booth Coffee Garung, UMKM kopi asal Jawa Barat yang digerakkan oleh petani muda.
“Kami hadir membawa secangkir kopi, tapi lebih dari itu — kami membawa cerita, semangat petani muda, dan potensi luar biasa dari desa,” ungkap Cahyadi, pemilik Coffee Garung, kepada Menteri Keuangan. Ia menambahkan dengan nada penuh semangat, “Coffee Garung ini dari pejabat, bu — petani muda Jawa Barat. Jadi kopi ini spesial, kopinya kita tanam sendiri.”
Mendengar itu, Sri Mulyani merespons dengan ramah dan bercanda ringan, “Oh iya, kopi ini spesial dari ‘pejabat’ ya. Semangat terus ya.” Suasana hangat itu menggambarkan hubungan yang erat antara pemerintah dan pelaku usaha kecil yang terus bertumbuh.
Dalam kesempatan tersebut, Sri Mulyani juga menyerahkan secara simbolis sertifikat halal kepada beberapa perwakilan UMKM. Sertifikat ini menjadi bekal penting untuk memperluas pasar produk lokal dengan keyakinan konsumen yang lebih tinggi.
“Kami berharap UMKM terus tumbuh sebagai tulang punggung ekonomi rakyat. Kolaborasi antara Kemenkeu, SMV, dan pelaku UMKM perlu terus diperkuat untuk menciptakan ekosistem usaha yang berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing,” ujar Sri Mulyani dalam sambutannya.
Partisipasi Coffee Garung dalam bazaar ini menjadi contoh nyata bagaimana potensi dari desa dapat bersaing di panggung nasional. Kopi yang ditanam di kebun kecil di kaki Gunung Manglayang kini mampu menjangkau lidah dan perhatian pejabat tinggi negara.
Melalui interaksi yang penuh makna ini, Coffee Garung tidak hanya menjual kopi, tetapi juga menyampaikan pesan kuat: bahwa perubahan besar bisa dimulai dari usaha kecil yang berakar kuat pada tanah dan semangat lokal.
