Tasikmalaya – Kegiatan Ramadan di SMPN 1 Cisayong terus berlanjut dengan suasana yang edukatif sekaligus interaktif. Memasuki hari kedua, para siswa tidak hanya mengikuti pembelajaran keagamaan secara pasif, tetapi juga terlibat aktif melalui diskusi kelompok dan presentasi di hadapan ratusan peserta.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (3/3/2026) tersebut menghadirkan materi tentang berbagai hewan yang disebutkan dalam Alquran. Materi ini disampaikan kepada siswa sebagai bagian dari pendekatan pembelajaran yang menggabungkan pemahaman agama dengan metode diskusi aktif. Dalam pelaksanaannya, para siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk menerima penjelasan materi, kemudian mendiskusikan makna serta pesan yang terkandung di dalamnya.
Setelah sesi diskusi berlangsung, setiap kelompok diminta menunjuk satu perwakilan untuk mempresentasikan hasil pembahasan mereka di depan seluruh peserta kegiatan. Proses ini menjadi salah satu cara untuk melatih kemampuan komunikasi dan keberanian siswa dalam menyampaikan pendapat di hadapan orang banyak.
“Kegiatan ini tidak hanya bertujuan menambah pengetahuan agama, tetapi juga melatih keberanian siswa untuk berbicara di depan teman-temannya,” ujar Aditya Musthofa salah satu pembimbing kegiatan saat berlangsungnya agenda tersebut.
Sekitar 280 siswa mengikuti kegiatan Ramadan ini secara bersama-sama. Jumlah peserta yang cukup besar membuat sesi presentasi menjadi pengalaman tersendiri bagi para siswa yang tampil di depan. Meski awalnya terlihat gugup, banyak siswa yang akhirnya mampu menyampaikan hasil diskusi kelompok mereka dengan percaya diri.
Materi tentang hewan dalam Alquran sendiri dipilih karena dinilai memiliki banyak nilai pembelajaran yang dapat diambil, mulai dari kisah, simbol, hingga pesan moral yang terkandung di dalamnya. Selain menambah wawasan keislaman, materi tersebut juga mendorong siswa untuk memahami Alquran dari sudut pandang yang lebih luas dan kontekstual.
Metode pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan ini juga menekankan pada kerja sama tim. Melalui diskusi kelompok, siswa belajar saling bertukar pendapat, mendengarkan pandangan teman, serta menyusun kesimpulan bersama sebelum dipresentasikan. Hal ini sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis dan kolaborasi di antara para peserta.
Antusiasme para siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Diskusi yang hidup serta keberanian para perwakilan kelompok saat tampil di depan menunjukkan bahwa metode pembelajaran interaktif dapat membuat kegiatan Ramadan di sekolah menjadi lebih menarik dan bermakna.
Melalui rangkaian kegiatan ini, SMPN 1 Cisayong berharap siswa tidak hanya memperoleh pemahaman keagamaan yang lebih baik, tetapi juga mengembangkan keterampilan komunikasi, kerja sama, dan kepercayaan diri.
