Malang – Seperti dua arus laut yang bertemu dan saling menguatkan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB) membuka babak baru kolaborasi internasional melalui kerja sama dengan kampus dari Malaysia. Pertemuan ini menjadi pintu masuk bagi sinergi riset dan pertukaran akademik lintas negara.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (23/01/2026) di Gedung B FPIK UB ini menghadirkan jajaran pimpinan fakultas, dosen, serta peneliti dari Universitas Brawijaya. Delegasi dari Biotechnology Research Institute (BRI), Universiti Malaysia Sabah turut hadir untuk menjajaki peluang kerja sama strategis di bidang kelautan dan perikanan.
Dalam pertemuan tersebut, berbagai topik penting dibahas secara komprehensif, mulai dari bioteknologi kelautan dan perikanan, mikrobiologi, hingga pengembangan protein dan enzim berbasis sumber daya laut. Selain itu, inovasi produk berbasis kekayaan alam juga menjadi fokus diskusi sebagai bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah sektor kelautan.
“Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk memperluas jejaring riset internasional sekaligus meningkatkan kualitas publikasi ilmiah,” ujar Prof. Clemente Michael Wong Vui Ling, pimpinan delegasi dari Malaysia.

Ia menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk membangun kerja sama jangka panjang, khususnya dalam pengembangan riset bersama dan pertukaran akademik antar institusi.
Dekan FPIK UB, Asep Awaludin Prihanto, menyambut positif inisiatif tersebut dan menilai bahwa kerja sama ini tidak hanya memperkuat kapasitas institusi, tetapi juga membuka peluang besar bagi mahasiswa dan dosen untuk terlibat dalam ekosistem akademik global. Program pertukaran mahasiswa dan dosen menjadi salah satu agenda utama yang diharapkan dapat segera direalisasikan.
Selain riset bersama, kolaborasi ini juga diarahkan pada peningkatan publikasi internasional bereputasi. Dengan adanya sinergi lintas negara, hasil penelitian diharapkan memiliki dampak yang lebih luas, baik dalam pengembangan ilmu pengetahuan maupun pemanfaatan sumber daya kelautan secara berkelanjutan.
Suasana diskusi yang berlangsung hangat dan konstruktif menjadi fondasi awal bagi terbentuknya kerja sama berkelanjutan. Kedua belah pihak sepakat untuk menindaklanjuti pertemuan ini dengan program konkret yang dapat memberikan manfaat nyata bagi dunia akademik dan industri.
Langkah ini sekaligus mencerminkan komitmen FPIK UB dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek pendidikan berkualitas dan kemitraan global. Dengan memperkuat kolaborasi internasional, FPIK UB terus mendorong inovasi dan pengembangan sumber daya manusia di sektor kelautan dan perikanan.
Ke depan, kerja sama ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem riset yang lebih dinamis dan kompetitif, sekaligus memperkuat posisi FPIK UB sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif di kancah global.
