Amalan mulia tak selalu berwujud ibadah lisan atau ritual harian. Ibadah qurban menjadi salah satu bentuk penghambaan yang paling dicintai Allah SWT, terutama pada hari Nahr (10 Dzulhijjah). Qurban bukan hanya bentuk simbolis pengorbanan, tapi juga sarana mendapatkan limpahan pahala dan keutamaan besar.
Menurut Buku Saku Fiqih Qurban (2022), ada beberapa keutamaan utama yang menjadikan qurban istimewa. Pertama, qurban adalah amalan paling dicintai Allah di hari raya Idul Adha. Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada amalan anak Adam pada hari Nahr yang lebih dicintai Allah daripada mengalirkan darah (qurban).” (HR Ibnu Majah 3126, Tirmidzi 1493)
Hadits ini menjelaskan bahwa qurban bukan hanya ibadah biasa, tapi ia hadir dengan kemuliaan yang membuat setiap tetesan darahnya menjadi amal yang agung. Bahkan hewan yang dikurbankan akan datang pada hari kiamat lengkap dengan tanduk, bulu, dan kukunya sebagai saksi kebaikan pemiliknya.
Kedua, qurban adalah bentuk syukur atas nikmat Allah. Dalam QS Al-Kautsar ayat 1-2, Allah memerintahkan kita untuk shalat dan berqurban sebagai respons atas karunia-Nya yang banyak. Syukur yang tidak hanya diucap, tapi dibuktikan dengan tindakan nyata dan ikhlas.
Ketiga, qurban mengandung pahala sedekah. Dengan membagikan daging qurban, seseorang menyebarkan kebahagiaan kepada sesama. Rasulullah SAW bersabda, “Makanlah (daging qurban), sedekahkanlah, dan simpanlah.” (HR Bukhari 5569). Ini menunjukkan keseimbangan antara menikmati nikmat dan berbagi kepada yang membutuhkan.
Keempat, qurban mendatangkan ampunan. Dalam hadits disebutkan bahwa setiap tetes darah qurban menghapus dosa pemiliknya. Rasulullah SAW bersabda kepada Fatimah RA, “Wahai Fatimah, saksikanlah qurbanmu, karena setiap tetesan darahnya akan menjadi ampunan bagi dosamu.” (HR Hakim)
Kelima, bahkan setiap helai bulu hewan qurban mengandung kebaikan. “Setiap helai bulunya adalah satu kebaikan.” (HR Hakim 3512). Sebuah motivasi spiritual yang menunjukkan betapa besar pahala dari qurban yang dilakukan dengan hati tulus.
