Bontang – Pendidikan tidak hanya bertujuan mencetak generasi yang cerdas secara akademik, tetapi juga membentuk pribadi yang berkarakter. Berangkat dari pandangan tersebut, Komisi A DPRD Kota Bontang mendorong penguatan pendidikan karakter melalui pembiasaan membaca kitab suci sesuai dengan agama yang dianut oleh setiap peserta didik.
Ketua Komisi A DPRD Kota Bontang, Heri Keswanto, mengatakan program pembiasaan tersebut perlu kembali dioptimalkan sebagai bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai moral, kedisiplinan, dan tanggung jawab kepada pelajar sejak usia dini. Menurutnya, kebiasaan membaca kitab suci dapat menjadi aktivitas positif yang mendukung pembentukan karakter generasi muda.
“Inginnya dimana anak-anak bisa mempunyai kebiasaan membaca Alkitab, supaya mereka ini mempunyai kesibukan yang positif,” ujar Heri, Selasa (28/7/2026) yang lalu.
Heri menjelaskan bahwa pembiasaan membaca kitab suci tidak hanya berlaku bagi satu kelompok agama tertentu. Menurutnya, peserta didik dapat menjalankan kebiasaan tersebut sesuai keyakinan masing-masing, seperti membaca Al-Qur’an bagi umat Islam maupun Alkitab bagi umat Kristen. Langkah itu dinilai mampu memperkuat pendidikan moral sekaligus membangun sikap disiplin dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menilai pendidikan karakter merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki etika, integritas, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial. Karena itu, program pembinaan karakter perlu terus mendapat perhatian dari seluruh pemangku kepentingan.
Menurut Heri, keberhasilan pendidikan karakter tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada sekolah. Peran keluarga dan lingkungan sekitar juga sangat menentukan karena pembentukan sikap dan perilaku anak berlangsung secara berkelanjutan, baik di lingkungan pendidikan maupun di rumah.
Oleh sebab itu, Komisi A DPRD Kota Bontang mendorong adanya sinergi yang lebih kuat antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, orang tua, serta masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan berbagai program pembinaan karakter sehingga dapat diterapkan secara konsisten dan memberikan dampak positif bagi perkembangan peserta didik.
Heri meyakini kebiasaan menjalankan kegiatan positif yang dipadukan dengan pendidikan moral dan keagamaan akan membantu menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang anak. Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, generasi muda Bontang diharapkan mampu berkembang menjadi pribadi yang berkarakter, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki nilai-nilai moral yang kuat sebagai bekal menghadapi tantangan di masa depan. (ADV).
