Sangatta – Krisis pengelolaan sampah di Kabupaten Kutai Timur semakin mendesak, memaksa pihak berwenang untuk segera mencari solusi. Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup, Andi Palesangi, mengungkapkan pentingnya pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) baru untuk menangani volume sampah yang terus meningkat.
“Tahun ini, kami merencanakan tiga Unit Pelaksana Teknis (UPT) TPA di tiga lokasi berbeda,” jelas Andi dalam wawancara khusus di Gedung DPRD Kutim, Rabu (12/6/2024).
“Pertama, perencanaan pembangunan TPA di Kecamatan Sangkulirang, Kecamatan Kaliorang, dan Kecamatan Kambun yang akan dijadikan satu UPT TPA.”
Selain itu, Kecamatan Bengalon juga akan memiliki satu UPT TPA sendiri. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah di daerah tersebut yang selama ini mengalami kendala akibat keterbatasan fasilitas.
“Ketiga, Kecamatan Muara Wahau, Kecamatan Kombeng, dan Kecamatan Telen akan digabung menjadi satu UPT TPA,” lanjut Andi. “Selain itu, Muara Bengkal, Lomasangat, dan Siniur akan dijadikan satu TPA, membentuk UPT TPA yang baru.”
Setiap TPA direncanakan akan memiliki minimal lahan seluas lima hektar, namun luas finalnya akan disesuaikan dengan kesiapan masing-masing kecamatan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya untuk mengatasi masalah pembuangan sampah yang semakin membebani masyarakat dan lingkungan.
Saat ini, UPT TPA yang ada di Kutai Timur meliputi Sangatta Utara, Sangatta Selatan, dan Tempat Pembuangan Sampah Terpusat (TPST) yang berada di belakang kawasan Pasar Induk, Jalan Ilham Maulana, Kecamatan Sangatta Utara. Namun, kapasitasnya tidak lagi mencukupi untuk menampung sampah dari seluruh wilayah kabupaten.
Dengan rencana ini, Dinas Lingkungan Hidup berharap bisa memberikan solusi jangka panjang yang tidak hanya berfokus pada pembuangan sampah, tetapi juga pengelolaannya yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. “Kita harus mulai dari sekarang untuk membangun infrastruktur yang memadai, demi masa depan yang lebih bersih dan sehat,” pungkas Andi.
Rencana pembangunan TPA ini disambut baik oleh warga yang selama ini mengeluhkan tumpukan sampah di berbagai titik. Namun, masih ada tantangan yang harus dihadapi, termasuk sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik.
Dengan dimulainya pembangunan TPA baru, diharapkan masalah sampah di Kabupaten Kutai Timur bisa berkurang, dan kualitas lingkungan hidup masyarakat bisa meningkat.
