Mojokerto – Suasana penuh semangat patriotik mewarnai Dusun Kedung Uneng, Desa Kedunguneng, Kecamatan Bangsal pada Minggu (3/8/2025), saat warga menggelar Karnival 2025 untuk menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia. Mengangkat tema “Perjuangan”, karnaval ini menyatukan semangat kebangsaan dan kreativitas warga dalam peringatan hari kemerdekaan.
Warga dari berbagai kalangan, mulai anak-anak hingga orang dewasa, tampil mengenakan busana bertema pejuang kemerdekaan, membawa patung-patung replika perjuangan, hingga memeriahkan suasana dengan parade sound system dan tarian tradisional. Antusiasme yang tinggi mencerminkan semangat gotong royong dan rasa cinta terhadap tanah air.
Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra, hadir langsung dalam acara ini bersama Kepala Dinas Disbudporapar, jajaran Forkopimcam Bangsal, dan Karang Taruna Desa Kedunguneng. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga dan merayakan nilai-nilai kemerdekaan.
“Momentum 17 Agustus 1945 adalah pengingat perjuangan panjang bangsa ini melawan penjajahan. Saya berharap acara seperti ini bisa berlangsung tertib, tidak merusak fasilitas umum, dan menjadi ajang untuk meneladani para pahlawan,” ujar Bupati Al Barra.
Menurut Ketua Karang Taruna Desa Kedunguneng, Carnival 2025 ini diikuti oleh sembilan kelompok peserta dari berbagai RT di dua dusun. Ia menyebutkan bahwa semangat kolaborasi warga sangat terasa sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan.
“Antusias warga luar biasa. Semoga tahun depan bisa lebih besar dan lebih meriah lagi,” ungkapnya.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan dan kreativitas, namun juga sebagai media edukasi sejarah perjuangan bagi generasi muda. Karnaval tematik ini menjadi wadah kebersamaan masyarakat dan menunjukkan bahwa nilai-nilai perjuangan masih hidup di tengah kehidupan desa.
Carnival 2025 Dusun Kedung Uneng menjadi contoh bagaimana semangat kemerdekaan dapat dirayakan dengan cara kreatif dan membangun solidaritas antarwarga, sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas bangsa di tingkat lokal.
