Mojokerto – Di sebuah pagi yang tak begitu ramai di Sooko, antrean warga di Kantor Dispendukcapil terlihat berjalan rapi seperti alur sungai yang tenang. Tidak ada suara keluhan, hanya percakapan ringan dan senyum pegawai yang menyapa satu per satu. Metafora sederhana ini menggambarkan suasana pelayanan administrasi kependudukan yang kini disebut warga “lebih manusiawi dan lebih cepat dari sebelumnya.”
Peningkatan kualitas pelayanan di kantor tersebut banyak dirasakan masyarakat yang datang mengurus beragam dokumen, mulai dari Akta Kelahiran, KTP, Kartu Keluarga (KK), hingga pengajuan pindah domisili. Pelayanan berlangsung pada hari kerja, Senin hingga Kamis pukul 08.00–16.00 WIB, dan Jumat pukul 08.00–14.00 WIB, sehingga memudahkan masyarakat menyesuaikan waktu kedatangan. Kemudahan akses layanan ini menjadi salah satu alasan mengapa kantor tersebut kini dipuji karena kedisiplinannya dalam melayani.
Salah seorang warga Gedeg yang identitasnya disamarkan, menyampaikan kepuasannya setelah mengurus dokumen kependudukan di kantor tersebut.
“Alhamdulillah, surat kepengurusan data kami sudah selesai. Prosesnya cepat dan pelayanannya sangat ramah,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kejelasan informasi dan alur pelayanan yang tertata membuat masyarakat tidak bingung saat mengurus dokumen. Kejelasan ini menjadi poin penting yang kemudian banyak diapresiasi masyarakat, terutama mereka yang sering mengalami pengalaman berbelit saat mengurus data kependudukan di masa lalu.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Mojokerto, Norman Handito, memastikan bahwa peningkatan kualitas pelayanan bukan hanya slogan, tetapi komitmen nyata.
“Dalam pelayanan data, kami selalu mengutamakan ketepatan, kecepatan, dan keramahan. Masyarakat harus mendapatkan pelayanan terbaik karena dokumen kependudukan merupakan kebutuhan fundamental,” terangnya.
Ia menegaskan bahwa peningkatan layanan dilakukan melalui penguatan kompetensi pegawai, pelatihan berkala, pemanfaatan teknologi informasi, dan evaluasi rutin terhadap sistem antrean maupun pengambilan dokumen. Upaya-upaya ini bertujuan menjaga pelayanan tetap optimal meski jumlah pemohon meningkat.
Dengan berbagai langkah perbaikan, Dispendukcapil Sooko berharap dapat mempertahankan kepercayaan masyarakat serta mendukung tertib administrasi di Kabupaten Mojokerto. Bagi warga, pelayanan yang cepat dan ramah bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga bentuk penghargaan atas waktu dan kebutuhan mereka.
Hari itu, di Sooko, pelayanan publik menunjukkan wajah terbaiknya: sederhana, jelas, dan memuaskan—sebuah contoh bagaimana pelayanan administrasi bisa berjalan setara dengan kebutuhan zaman.
