Jember – Dalam dua pekan terakhir, Kabupaten Jember menjadi sorotan nasional berkat torehan prestasi gemilang. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember berhasil mengoleksi lima penghargaan nasional di berbagai sektor mulai dari pemerintahan, pendidikan, desa, hingga pariwisata. Capaian itu diumumkan pada Senin (20/10/2025) dan menjadi bukti nyata arah pembangunan daerah yang kian terarah dan kolaboratif.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, mengungkapkan bahwa deretan penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah daerah, perangkat desa, dan masyarakat. “Prestasi ini bukan sekadar simbol, tapi bukti nyata bahwa arah pembangunan Jember sudah tepat—berdasarkan data, inovasi, dan gotong royong,” ujar pria yang akrab disapa Gus Fawait.
Pada pekan pertama, Pemkab Jember langsung meraih tiga penghargaan bergengsi: Indonesian Collaborative Partnership Regency Award di ajang Wonderful Indonesia Regency Impact Award 2025 di Bali, Mohamad Syafei Award 2025 di bidang pendidikan, serta Anggaraksa Dharma Award dari Kementerian Dalam Negeri untuk kategori Inspektorat Berkinerja Terbaik.
Tak berhenti di situ, pada pekan berikutnya Jember kembali menambah dua prestasi nasional lainnya. Bupati Fawait menerima langsung Penghargaan Penggerak Desa Berdaya dan Berkelanjutan, sebagai pengakuan atas komitmen Pemkab dalam memberdayakan masyarakat desa. Selain itu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jember juga berhasil menyabet Juara 3 East Java Tourism Marketing Award (EJTMA) 2025 untuk kategori Best Marketing Campaign.
Menurut Gus Fawait, capaian tersebut mencerminkan keseimbangan arah pembangunan Jember yang menitikberatkan pada dua hal: penguatan desa dan pertumbuhan ekonomi dari sektor pariwisata. “Kita ingin desa menjadi mandiri dan berkelanjutan, sementara pariwisata dikembangkan agar kreatif serta memberi manfaat ekonomi bagi warga,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa penghargaan yang diterima bukan tujuan akhir, melainkan tolok ukur keberhasilan tata kelola pemerintahan dan partisipasi publik yang semakin baik. “Kita terus melangkah dengan semangat perubahan. Prestasi ini milik seluruh masyarakat Jember yang telah bekerja keras dan berkontribusi untuk kemajuan daerah,” tutupnya.
Pencapaian berturut-turut ini memperkuat posisi Jember sebagai kabupaten yang berhasil menyeimbangkan inovasi birokrasi dengan pembangunan partisipatif. Dengan strategi pembangunan berbasis kolaborasi dan kreativitas, Jember kini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara pemerintah dan masyarakat mampu menghadirkan kemajuan yang berkelanjutan. (ADV)
