Garis pantai memesona menjadikan Bontang sebagai salah satu kota pesisir yang menyimpan potensi wisata luar biasa. Mulai dari Pulau Beras Basah yang ikonis hingga desa wisata terapung seperti Bontang Kuala dan Malahing, semuanya menyatu dalam lanskap bahari yang kian diperkuat melalui kebijakan dan infrastruktur baru.
Pulau Beras Basah, dengan pasir putihnya dan mercusuar tua, masih jadi destinasi utama. Aksesnya mudah—sekitar 45 menit menggunakan kapal ketinting dari Pelabuhan Tanjung Laut. Lalu ada Pulau Segajah yang unik: hanya muncul saat air surut, membuatnya jadi fenomena alam sekaligus magnet wisatawan.
Sementara itu, Bontang Kuala dan Malahing menyajikan suasana kampung laut yang autentik. Dek kayu, rumah panggung dari ulin, serta cita rasa kuliner laut yang khas menciptakan pengalaman budaya yang tak terlupakan. Tak kalah penting, Bontang Mangrove Park (BMP) menjadi model ekowisata kota yang menyeimbangkan konservasi dan edukasi.
“Bontang kini punya kendali resmi mengelola Beras Basah dan Segajah. Ini peluang besar untuk menata ulang layanan wisata,” jelas Kepala Dinas Pariwisata Bontang dalam sesi review RIPOW tahun ini. Fasilitas seperti gazebo, MCK, dan penerangan sudah mulai ditambah, sementara edukasi kebersihan dan etika berkunjung diperketat.
Upaya memperbaiki amenitas tak berhenti di situ. Pemerintah juga menyusun ulang rencana induk pariwisata (RIPOW) dengan prioritas pengembangan ikon kota, terutama Beras Basah. Dalam waktu dekat, dermaga dan papan informasi pasang-surut di Tanjung Laut akan distandarisasi guna mendukung keamanan kunjungan ke Pulau Segajah.
Strategi 4A (Attraction, Accessibility, Amenities, Ancillary) jadi panduan utama. Mulai dari kurasi paket wisata bahari-budaya, perbaikan infrastruktur keberangkatan, hingga pelatihan pemandu lokal. Malahing bahkan sudah masuk 75 besar ADWI 2023, menandakan kualitas atraksi dan partisipasi masyarakat yang kuat.
Itinerary singkat pun makin menarik. Hari pertama, wisatawan bisa menikmati jalan santai dan kuliner laut di Bontang Kuala, lalu menyusuri BMP saat sore. Hari kedua, pagi hari bisa diisi piknik di Pulau Beras Basah dan dilanjutkan island hopping ke Segajah saat surut.
Langkah-langkah ini mengarahkan Bontang pada jalur yang berkelanjutan: menata destinasi, mengedukasi pengunjung, dan menjaga keseimbangan ekologi. Kampanye bersih laut serta pelibatan komunitas jadi elemen penting dalam menguatkan citra kota industri yang juga peduli pariwisata.
Portofolio pesisir Bontang kini tak hanya cantik, tapi juga tangguh. Dengan perencanaan yang terus diperbarui dan semangat kolaborasi antara pemerintah dan warga, Bontang siap tampil sebagai destinasi bahari unggulan Kalimantan Timur—tempat keindahan alam dan budaya hidup berdampingan.
