Jember – Hiruk-pikuk akhir tahun diwarnai semarak agenda besar di Jember, saat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) meluncurkan 12 rangkaian kegiatan yang berlangsung sepanjang November hingga Desember. Dari panggung musik hingga festival ekstrem, strategi ini digadang menjadi pengungkit perputaran ekonomi sekaligus etalase potensi daerah.
Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Jember, Jupriono, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan upaya konkret pemerintah untuk mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan sektor industri kreatif. Berbagai event digelar agar warga Jember lebih memilih berbelanja dan berwisata di daerahnya sendiri, sehingga roda perekonomian lokal bisa berputar lebih kencang.
“Kita ingin masyarakat beraktivitas dan berbelanja di Jember. Dengan begitu, perekonomian bergerak cepat dan produk UMKM kita semakin terserap,” ujar Jupriono saat konferensi pers Pro Gus’e Update di Aula Dispendik Jember, Sabtu (8/11/2025) malam.
Serangkaian kegiatan tersebut dimulai dengan Kejuaraan Provinsi PDBI Piala Gubernur yang digelar pada 13–14 November, dilanjutkan dengan International Marching Band Carnival yang turut menghidupkan suasana kota. Pada 15–16 November, Jember menjadi tuan rumah Karnaval SCTV, yang dipusatkan di GOR dan Alun-Alun Jember.
Menjelang akhir November, masyarakat akan kembali disapa dengan Apel Sholawat dan kegiatan Cinta Bergema Entrepreneur Academy yang berlangsung dua hari. Acara ini menitikberatkan pada penguatan jiwa kewirausahaan, terutama di kalangan generasi muda.
Puncak kegiatan akan berlangsung sepanjang Desember, dimulai dengan hiburan rakyat Stasiun Dangdut JTV dan Apel Sholawat pada 7 Desember. Salah satu agenda unggulan adalah Jember Adventure Extreme Festival, yang menggandeng komunitas olahraga ekstrem roda dua dan empat bersama Indonesia Off-Road Federation (IOF).
Mengakhiri tahun 2025, Pemkab Jember menggelar Konser Pesta Rakyat dan Pengajian Akbar yang dirancang sebagai perayaan tutup tahun dan peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Jember.
Jupriono menegaskan bahwa deretan acara ini tak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga strategi pemulihan dan penguatan ekonomi lokal melalui sektor wisata, UMKM, serta industri kreatif.
“Semua kegiatan ini bagian dari upaya Pemkab Jember untuk menggerakkan ekonomi masyarakat secara lebih masif,” tutupnya.
Dengan optimisme tinggi, Pemkab Jember berharap semarak akhir tahun ini tak hanya menciptakan kemeriahan, tetapi juga berdampak nyata pada kesejahteraan masyarakat. (ADV).
