Mojokerto – Mengantisipasi lonjakan wisatawan saat libur panjang Idulfitri 2025, Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra (Gus Barra) bersama jajaran melakukan inspeksi mendadak ke beberapa lokasi wisata rawan bencana, Kamis (3/4/2025). Fokus sidak kali ini adalah memastikan keamanan dan kesiapan fasilitas wisata, terutama di daerah pegunungan yang kerap mengalami bencana alam.
Tiga destinasi yang disorot adalah Rustic Market Rock Riverside dan Wana Wisata Padusan Air Panas di Kecamatan Pacet, serta Cafe Aone Trawas di Dusun Kemloko, Kecamatan Trawas. Kawasan ini dikenal sebagai favorit wisatawan, namun juga menyimpan potensi risiko seperti banjir dan tanah longsor.
“Kegiatan ini untuk memastikan bahwa wisatawan bisa menikmati libur Lebaran dengan nyaman dan aman. Kami ingin tahu kesiapan tempat wisata dalam menghadapi bencana,” ujar Gus Barra saat meninjau Rustic Market Rock Riverside yang sebelumnya pernah dilanda banjir.
Ditemani Wakil Bupati Mojokerto M. Rizal Octavian, Sekda Kabupaten Teguh Gunarko, dan sejumlah kepala perangkat daerah, Gus Barra mengapresiasi kesiapan destinasi yang telah dilengkapi sistem peringatan dini (EWS), tim tanggap darurat, hingga call center khusus bencana.
Kunjungan dilanjutkan ke Wana Wisata Padusan Air Panas, yang berada di kawasan rawan longsor. Gus Barra menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur dan personel untuk menjamin keselamatan pengunjung.
“Pacet dan Trawas ini selalu menjadi primadona saat libur Lebaran. Maka, keselamatan harus menjadi prioritas,” tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak hanya bergantung pada kesiapan pengelola, tetapi juga waspada dan memperhatikan informasi cuaca serta kondisi medan sebelum berwisata.
“Kami dari Pemkab terus berupaya menyiagakan petugas di titik-titik rawan. Harapannya, masyarakat bisa menikmati wisata tanpa rasa khawatir,” tambahnya.
Sebagai langkah lanjutan, Pemkab Mojokerto akan memperkuat pos pengamanan, layanan medis, serta menambah personel di lokasi wisata.
Tak hanya fokus pada sisi keamanan, Bupati juga menyoroti minimnya inovasi di sejumlah objek wisata milik Pemkab. Ia menilai masih banyak lokasi yang belum dikembangkan secara maksimal.
“Dulu waktu saya masih SMA, tempat ini sudah seperti ini. Artinya, perlu ada terobosan agar tidak stagnan dan bisa terus menarik minat wisatawan,” pungkasnya.
