Surabaya – Setelah sempat terhambat derasnya luapan air di Grobogan, laju kereta api menuju wilayah Daerah Operasi 8 Surabaya kini kembali meluncur normal. Banjir yang beberapa hari lalu merendam jalur rel di Jawa Tengah sempat menjadi “rem mendadak” bagi perjalanan kereta jarak jauh, namun kini operasional dipastikan aman dan terkendali.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daop) 8 Surabaya memastikan jalur rel yang sebelumnya terdampak banjir di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, telah dapat dilalui kembali. Bencana yang terjadi pada Senin (16/2/2026) itu menyebabkan genangan air merendam sejumlah titik perlintasan jalur utara Jawa, khususnya di Jembatan 46 KM 21+9/0 antara Stasiun Tegowanu dan Stasiun Brumbung serta Jembatan 59 KM 27+9/0 antara Stasiun Gubug dan Stasiun Tegowanu. Setelah melalui proses pemeriksaan menyeluruh oleh petugas prasarana, jalur dinyatakan aman untuk dilintasi kereta dengan pengaturan kecepatan tertentu sebagai langkah mitigasi.
“Kemarin (Selasa) sudah bisa dilalui kereta dengan kecepatan normal,” ujar Mahendro Trang Bawono, Manajer KAI Daop 8 Surabaya, Rabu (18/2/2026).
Ia menjelaskan bahwa tim teknis KAI langsung diterjunkan begitu banjir surut guna memastikan struktur rel, bantalan, hingga jembatan dalam kondisi laik operasi. Pemeriksaan dilakukan secara detail untuk menghindari potensi gangguan lanjutan yang bisa membahayakan perjalanan kereta.
Akibat peristiwa tersebut, sedikitnya empat perjalanan kereta api tujuan wilayah Daop 8 Surabaya mengalami keterlambatan. Di antaranya KA Argo Anjasmoro (KA 30F) relasi Stasiun Gambir–Stasiun Surabaya Pasarturi, KA Gumarang (PLB 164A) relasi Stasiun Pasar Senen–Stasiun Surabaya Pasarturi, KA Jayabaya (KA 92/93) relasi Stasiun Pasar Senen–Stasiun Surabaya Pasarturi–Stasiun Malang, serta KA Harina (KA 96) relasi Stasiun Bandung–Stasiun Surabaya Pasarturi.
Selama proses penanganan, KAI sempat melakukan rekayasa pola operasi dengan mengalihkan sejumlah perjalanan melalui lintas Brumbung–Gundih–Gambringan guna meminimalkan dampak keterlambatan. Kebijakan ini diambil agar layanan kepada pelanggan tetap berjalan meski harus menempuh rute memutar.
Mahendro menegaskan bahwa saat ini seluruh perjalanan kereta api dari dan menuju stasiun di wilayah Daop 8 Surabaya telah kembali mengikuti jadwal yang berlaku.
“Untuk keberangkatan dan kedatangan kereta api dari dan menuju wilayah Daop 8 Surabaya tepat sesuai jadwal,” pungkasnya.
Pemulihan cepat ini menjadi bukti kesiapsiagaan KAI dalam menghadapi gangguan akibat faktor cuaca ekstrem. Intensitas hujan tinggi yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Tengah dalam beberapa pekan terakhir memang meningkatkan risiko banjir di area sekitar jalur rel. Oleh karena itu, KAI terus memperkuat sistem pemantauan dan koordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keselamatan perjalanan tetap menjadi prioritas utama.
Dengan jalur yang kini kembali aman dilalui, masyarakat yang hendak bepergian menggunakan kereta api tujuan Surabaya dan sekitarnya diimbau untuk tetap memantau informasi resmi dari KAI. Normalisasi ini sekaligus menandai berakhirnya gangguan operasional akibat banjir Grobogan dan memastikan konektivitas transportasi di jalur utara Jawa kembali stabil.
