Samarinda – Di tengah kabar peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalimantan Timur menjadi 78,79 pada tahun 2024, muncul peringatan keras dari Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra. Ia menegaskan bahwa capaian tersebut belum mencerminkan kemajuan yang merata, terutama di daerah tertinggal seperti Mahakam Ulu dan Kutai Barat.
“Memang IPM Kalimantan Timur mengalami peningkatan, tapi yang menjadi masalah utama adalah ketimpangan antara tiga kota besar, yakni Samarinda, Balikpapan, dan Bontang dengan daerah-daerah lain seperti Mahulu dan Kubar yang masih tertinggal,” ujar Andi Satya.
Politisi muda dari Partai Golkar ini menilai bahwa peningkatan IPM lebih didorong oleh kemajuan pesat di kota-kota besar, yang memiliki infrastruktur pendidikan dan layanan publik yang relatif lebih baik. Sementara di wilayah perbatasan dan pedalaman, akses serta kualitas pendidikan masih menjadi hambatan utama.
“Ketimpangan ini berarti ada beberapa kota yang bisa menikmati pembangunan pendidikan yang luar biasa, tetapi ada juga kabupaten-kabupaten yang IPM-nya rendah. Ini mengindikasikan akses dan kualitas pendidikan yang tidak memadai di sana,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya strategi khusus untuk mengatasi ketimpangan ini. Salah satu solusinya adalah memperkuat sistem pendidikan di wilayah tertinggal, mulai dari pemberian beasiswa, pengembangan pendidikan vokasi, hingga pembangunan infrastruktur dasar seperti sekolah dan akses jalan.
“Kita harus segera mengejar ketertinggalan ini dengan memperbaiki akses pendidikan, memberikan beasiswa dan vokasi, serta membangun infrastruktur dasar seperti jalan dan gedung sekolah,” tegasnya.
Lebih lanjut, Andi berharap agar pemerintah provinsi mulai memperlakukan pembangunan manusia secara lebih inklusif. Baginya, kenaikan IPM seharusnya menjadi momentum untuk memperluas dampak pembangunan ke seluruh pelosok daerah, bukan hanya fokus di wilayah urban.
“Dengan peningkatan dan pertumbuhan sumber daya manusia yang berkualitas ini, sehingga tidak ada lagi daerah yang tertinggal dalam berbagai aspek pembangunan,” tutupnya.
Dengan menempatkan pemerataan pendidikan sebagai prioritas, Kalimantan Timur diharapkan mampu mendorong pertumbuhan sumber daya manusia secara merata, mempersempit ketimpangan, dan menciptakan masa depan yang lebih setara bagi semua wilayah. (ADV).
